BPBD Kabupaten Magelang : Waspadai Hujan Lebat Hingga Maret

Dilihat 1665 kali
Hujan deras memicu bencana tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Kabupaten Magelang menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga akhir Februari. Namun, melihat potensi cuaca saat ini, tidak menutup kemungkinan status akan diperpanjang hingga Maret mendatang.

"Dengan memperhatikan data dan prakiraan cuaca dari BMKG, Bupati Magelang telah menetapkan status Siaga Daarurat Bencana sampai akhir Februari nanti. Namun, bila nanti ada perkembangan maka bisa saja status diperpanjang," jelas Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto kepada Beritamagelang.id, Rabu (21/02).

Status siaga darurat bencana untuk Kabupaten Magelang ini diberlakukan dengan melihat potensi dan dampak terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Meski demikian, lanjut Edi, penetapan status ini bisa diperpanjang mengingat informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan masih akan terjadi hingga Maret mendatang, dengan potensi waspada hujan lebat. Di samping itu perubahan status bisa diberlakukan berdasar kepada pemetaan, dan data yang ada di lapangan tentang potensi hujan deras dari bencana yang telah terjadi sebelumnya.

"Setiap informasi dari BMKG tentang hujan, akan dianalisa seberapa besar ancamannya untuk wilayah Magelang. Karena wilayah Kabupaten Magelang ini memilki potensi bencana tanah longsor yang dipicu air hujan," imbuh Edi. 

Edi mengungkapkan, potensi ancaman bencana di Kabupaten Magelang cukup besar, terutama bencana tanah longsor di sejumlah desa yang tersebar di sembilan Kecamatan, meliputi Salaman, Borobudur, Sawangan, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Tempuran, Pakis, dan Ngablak.

Namun demikian, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi mulai dari mitigasi, pelatihan, sosialisasi, hingga imbauan-imbauan kepada warga. Harapannya, potensi ancaman bencana ini hanya potensial saja tidak menjadi aktual. Imbauan untuk warga adalah tetap waspada, apa yang pernah dilatih tetap dipedomani.

"Terutama kepada OPRB untuk terus bersikap aktif dalam upaya mitigasi, sedangkan kepada masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai bila terjadi pergeseran tanah," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar