Bulog Kedu Jamin Stok Beras Musim Kemarau Aman

Dilihat 1429 kali
Petani di Kecamatan Sawangan Kabupaten menjemur gabah hasil panen yang harganya naik Rp 2000/kg

BERITAMAGELANG.ID - Musim kemarau yang melanda tanah air mulai membuat berberapa wilayah di Kabupaten Magelang, dan Karsidenan Kedu mengalami kekeringan. Bahkan, dampak El Nino tersebut juga berdampak terhadap sebagian sawah petani mengalami gagal panen. 

Pemimpin Badan Urusan Logistik (BULOG) Cabang Kedu, Yudha Aji mengatakan meski sudah ada yang mengalami kekeringan, masyarakat tidak perlu khawatir karena kini Bulog Kedu memiliki stok beras sebanyak 15.000 ton. Jumlah tersebut diperkirakan aman hingga akhir tahun 2023 dan diawal tahun, saat petani memasuki musim panen pertama sekitar Februari atau Maret 2024.

Untuk daerah Kedu di pesisir Selatan yang menjadi penopang produksi gabah terbanyak antara Kabupaten Purworejo maupun Kebumen. Kedua wilayah itu menjadi andalan Perum Bulog Kedu untuk penyerapan gabah setiap musim panen.

"Namun karena faktor iklim, dimana saat ini belum memasuki musim panen betul berkurang. Namun demikian kita memiliki stok yang mencukupi," kata Yudha di kantornya Senin (25/9/2023).

Dalam hal ini Perum Bulog Kedu juga telah melakukan antisipasi dengan gerakan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras medium di sejumlah pasar induk di wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Kota Magelang,

Upaya lain, lanjut Yudha, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat yang membidangi pangan dengan menggelar gerakan pangan murah. Kegiatan tersebut hingga kini terus dilakukan untuk memberikan ketersediaan pangan lebih masif ke masyarakat. Sehingga potensi terjadinya kerawanan pangan dan gejolak harga di tingkat konsumen tidak terjadi.


Dia juga menjamin penyediaan stok pangan dengan melakukan penyerapan gabah dan beras secara masif dari beberapa daerah masih bisa dilakukan. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir untuk bisa mendapatkan beras SPHP," tegasnya.

Dijelaskan Yudha, berdasar pantauan tim Bulog dilapangan, dampak dari musim kemarau panjang saat ini adalah naiknya harga gabah kering panen sebesar Rp 2000/kg. itu karena pasokan berkurang yang secara otomatis akan menggerek harga lebih tinggi.

Semula harga gabah kering ditingkat petani hanya dikisaran Rp 5000/kg dan kini naik mencapai Rp 7000/kg. Kondisi itu juga berpengaruh terhadap harga beras medium di pasaran yang kini naik sebesar Rp 2000-2500/kg.

Dijelaskan Ydha, guna mengendalikan kenaikan harga beras tersebut, Perum Bulog Kedu juga rutin menyalurkan bantuan beras medium kepada masyarakat.

Adapun untuk sasaran penerima bantuan pangan di wilayah Karesidenan Kedu mencapai 5000 jiwa lebih.

Ia juga memastikan untuk stok pangan lain seperti, gula, tepung hingga minyak goreng saat ini tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman hingga akhir tahun 2023.

"Kita antisipasi dengan melaksanakan stabilisasi ditingkat hilir supaya keseimbangan itu tetap terjaga dan harga beras medium dapat ditekan sesuai HET (Harga Eceran Tetap) Rp 10.900/kg," pungkasnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar