Bupati Awards Kembali Digelar, Tambah Lima Kategori Baru

Dilihat 31 kali
Iswiyati dan Seldi Priambodo saat menjadi narasumber dalan program talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Sabtu (29/05).

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang kembali menggelar ajang apresiasi paling bergengsi, Bupati Awards. Memasuki tahun pelaksanaan kedua ini, ajang tersebut mengusung tema besar "Magelang Berperadaban". Agenda tahunan ini dirancang sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan fisik maupun peradaban di wilayah Kabupaten Magelang.

Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Magelang, Iswiyati menjelaskan, tema yang dipilih merupakan refleksi dari jati diri daerah. Kabupaten Magelang dikenal kaya akan sejarah, kebudayaan, serta nilai-nilai spiritual.


"Tema 'Magelang Berperadaban' ini menjadi tagline sekaligus penerjemahan dari semangat Kabupaten Magelang untuk terus bertumbuh menjadi daerah yang maju dan modern, namun tanpa sedikit pun meninggalkan jati diri serta kearifan lokal," ujar Iswiyati saat menjadi narasumber dalan program talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Sabtu (29/5/2026).

Perhelatan Bupati Awards periode ini membawa gebrakan baru. Jika pada periode sebelumnya panitia hanya menyediakan sembilan kategori penghargaan, kali ini terdapat ekspansi besar-besaran dengan menambah lima kategori baru, sehingga total menjadi 14 kategori yang diperebutkan.


Show Director dari SIA Karya Arindama selaku Event Organizer (EO) pelaksana, Seldi Priambodo mengungkapkan, langkah perluasan ini diambil setelah mengevaluasi melimpahnya potensi lokal Magelang yang belum sepenuhnya terakomodasi pada tahun lalu. Kategori-kategori baru tersebut sengaja difokuskan pada penguatan sektor ketahanan pangan, pelestarian komoditas lokal yang mulai langka, serta pemberdayaan pemuda dan perempuan.

"Kami mencoba mengeksplorasi kembali potensi mewah yang ada di Magelang. Harapannya, dengan bertambahnya ornamen kategori ini, kita bisa menjaring secara maksimal mutiara-mutiara terpendam yang mampu memberikan kontribusi terbaiknya untuk daerah," kata Seldi.

Adapun daftar lengkap 14 kategori penghargaan yang dibuka meliputi:
1. Anugerah Pelajar dan Pendidik Berprestasi
2. Anugerah Layanan Sosial Kebermanfaatan Masyarakat
3. Anugerah UMKM Naik Kelas
4. Anugerah Wisata Kreatif dan Edukatif
5. Anugerah Insan Muda Berinovatif
6. Anugerah Insan Adidaya Olahraga
7. Anugerah Desa dan Kelurahan Inovatif dan Ramah Teknologi
8. Anugerah Kelompok Pemerhati Lingkungan dan Berkelanjutan
9. Anugerah Insan Pelestari Nilai Budaya Lokal
10. Anugerah Perempuan Inspiratif (Kategori Baru)
11. Anugerah Petani Kreatif dan Inovatif (Kategori Baru)
12. Anugerah Enterpreneur Muda (Kategori Baru)
13. Anugerah Pondok Pesantren Unggul dan Berdaya (Kategori Baru)
14. Anugerah Individu dan Kelompok Ternak Mandiri yang Berkemajuan (Kategori Baru)

"Secara khusus, pada kategori pertanian dan peternakan, panitia berkomitmen memburu para pegiat lokal yang konsisten melestarikan flora dan fauna domestik khas Magelang yang mulai tergerus zaman. Beberapa diantaranya seperti pembudi daya ayam kedu asli, domba ekor pendek, hingga pelestari buah kesemek yang menjadi ciri khas daerah," lanjut Seldi.

Guna menjaga kredibilitas, objektivitas, serta independensi penilaian, panitia secara resmi menggandeng pihak akademisi dari Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebanyak delapan dosen ahli dari kampus tersebut diterjunkan langsung untuk mengawal proses penjurian.

Admin SIA Karya Arindama, Lutfi menambahkan, seluruh peserta akan melewati proses penyaringan yang ketat. Penilaian tidak hanya berbasis pada dokumen di atas kertas, melainkan juga menilik rekam jejak digital dan media sosial untuk melihat sejauh mana kiprah nyata sang nominator.

Setelah lolos tahapan administrasi, para nominator yang masuk dalam jajaran lima besar di tiap kategori akan diundang untuk mempresentasikan program inovasi mereka secara langsung di gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang.

"Selain presentasi, tim juri akan melakukan verifikasi lapangan untuk melihat aktualitas di lapangan. Kami ingin memastikan dampak nyata yang dirasakan masyarakat sekitar dari inovasi tersebut. Jadi, aspek kebaruan yang dinilai juri adalah inovasi yang segar dan terasa dampaknya di lingkup Kabupaten Magelang," papar Lutfi.

Di luar 14 kategori utama yang dikompetisikan, malam penganugerahan Bupati Awards kali ini juga akan menyajikan satu momen emosional dan bernilai sejarah tinggi. Berdasarkan penelusuran dokumen arsip negara, pemerintah daerah akan memberikan penghargaan khusus bagi para pemilik atau ahli waris dari rumah-rumah hunian warga yang pernah dijadikan sebagai kantor Bupati Magelang selama masa bergerilya pada periode 1948 hingga 1949 (Agresi Militer Belanda II).

Saat itu pemerintah pusat dan daerah terpaksa bergerilya dan berpindah-pindah tempat, tercatat ada sekitar tujuh atau delapan titik hunian warga di Magelang yang dijadikan pusat komando pemerintahan. Sebagian besar pemilik aslinya memang sudah wafat dan kini dirawat oleh cucu mereka.

"Penghargaan ini adalah cara kami menghormati jasa besar mereka yang selama ini belum terpublikasi secara masif," tambah Seldi.

Malam Puncak Penganugerahan Bupati Awards dijadwalkan berlangsung megah di area halaman Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Kota Mungkid. Menyelaraskan dengan tema peradaban dan sejarah perjuangan, tata panggung dan konsep visual acara dirancang dengan ornamen estetika klasik bernuansa tahun 1940-an.

"Mengingat keterbatasan kapasitas tempat di area tersebut, malam penganugerahan ini dikhususkan bagi para tamu undangan resmi. Meski demikian, masyarakat luas tidak perlu berkecil hati karena panitia menyediakan fasilitas live streaming penuh yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Gemilang FM Official serta jejaring media sosial Prokompim," lanjut Seldi.


Bagi masyarakat, komunitas, atau pelaku usaha ber-KTP Kabupaten Magelang yang ingin mendaftarkan diri atau menominasikan tokoh di sekitarnya, proses pendaftaran berkas proposal masih dibuka secara online melalui tautan bit.ly/pendaftaran-BupatiAwards. Informasi lengkap mengenai syarat administrasi teknis juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi pihak panitia di @prokompimkabmagelang.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang