Bupati Magelang: Pemilihan Ketua OSIS Ajarkan Siswa Proses Demokrasi

Dilihat 26 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pemilos di MAN 1 Kabupaten Magelang dinilai bukan sekadar agenda memilih pengurus organisasi siswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami proses demokrasi dan pemilu sejak dini.

Hal itu disampaikan Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menghadiri Launching Pemilos, Senin (10/8/2026) di Aula MAN 1 Kabupaten Magelang, Jurangombo Selatan, Kota Magelang. Dalam kesempatan tersebut, peserta didik diajak tidak hanya memahami mekanisme pemungutan suara, tetapi juga berani mempertanyakan dan mengkritisi sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

"Pemilos, pemilihan pengurus OSIS, ini adalah laboratorium. Ini adalah sebuah proses edukasi, pembelajaran terkait dengan pemilu dan demokrasi," ujar Grengseng saat memberikan arahannya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti Pemilos dapat menjadi bekal bagi para pelajar yang nantinya akan menjadi pemilih pemula. Mereka diharapkan tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi memahami proses politik dan demokrasi secara lebih mendalam.

Ia juga menyinggung perbedaan sistem politik Indonesia dengan Amerika Serikat yang dikenal memiliki dua partai politik utama, yakni Partai Demokrat dan Partai Republik.

"Kalau kita bicara demokrasi, kita mengacu ke Amerika. Di Amerika itu hanya dua partai politik, Partai Demokrat dan Partai Republik. Kita perlu belajar bagaimana mekanismenya," katanya.

Pertanyaan mengenai sistem demokrasi tersebut, menurutnya, penting disampaikan kepada generasi muda agar mereka memiliki pemikiran kritis. Terlebih, para siswa MAN 1 Magelang yang mengikuti Pemilos merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan arah bangsa pada masa mendatang.

"MAN 1 Magelang harus kritis. Sekarang harus berani. Kenapa Indonesia ada multipartai? Ayo, siapa yang berani ngomong?" tantangnya kepada para siswa.

Ia menegaskan, keberanian untuk bertanya dan berdiskusi menjadi bagian penting dalam pendidikan demokrasi. Sebab, para pelajar saat ini merupakan calon pemilih yang dalam beberapa tahun ke depan akan memiliki peran dalam menentukan kepemimpinan dan kebijakan negara.

"Ini pemilih pemula, ini masa depan bangsa. Maka 10-20 tahun yang akan datang, nasib bangsa ini ada di pundak kalian semuanya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada KPU, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah, Kementerian Agama, serta seluruh sivitas akademika MAN 1 Kabupaten Magelang yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, demokrasi di Indonesia memiliki karakteristik dan akar yang perlu terus dikaji. Karena itu, edukasi mengenai demokrasi tidak cukup berhenti pada pemahaman bahwa pemilu merupakan proses memilih pemimpin.

"Negara ini telah menetapkan regulasi bahwa partai politik menjadi salah satu kendaraan mencapai kekuasaan melalui demokrasi. Demokrasinya tahapannya dilakukan melalui Pemilu," ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik mengatakan, pendidikan demokrasi bagi generasi muda menjadi penting karena jumlah pemilih usia 17 hingga 21 tahun rata-rata mencapai sekitar 10 persen. Pada Pemilu 2029 mendatang, jumlah pemilih di Kabupaten Magelang diperkirakan mencapai 1,144 juta orang. Sekitar 10 persen di antaranya merupakan kelompok usia muda.

"Usia-usia ini sangat penting untuk mengenal demokrasi," kata Rofik.

Ia berpesan agar siswa menjadi pemilih cerdas dengan melihat visi, misi, program, serta rekam jejak kandidat. Pemilih juga diminta menolak politik uang dan tidak mudah terpengaruh hoaks.

"Memilih yang baik, bukan hanya yang ganteng, bukan hanya yang cantik," tegasnya.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Magelang, Handono menyambut positif pelaksanaan Pemilos di satuan pendidikannya. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami demokrasi secara langsung.

"Bagi kami, Pemilos ini bukan hanya kegiatan memilih Ketua OSIS. Ini menjadi proses pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami bagaimana demokrasi berjalan," ujar Handono.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Magelang dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberikan motivasi tersendiri bagi keluarga besar MAN 1 Magelang.

"Kehadiran Bapak Bupati hari ini bagi kami adalah energi yang sangat luar biasa, energi positif yang insya Allah akan memberikan anugerah dan motivasi bagi MAN 1 Magelang," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk siswa yang berani menyampaikan pendapat sekaligus mampu menghargai perbedaan pilihan.

"Kami berharap anak-anak tidak hanya belajar memilih, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap pilihannya dan menghormati proses demokrasi," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang