Dikenal Ramah, Sosok Serka (Anumerta) Nur Ichwan Tinggalkan Duka Mendalam

Dilihat 55 kali
Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Prosesi pemakaman secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Kota Magelang, Jawa Tengah.

BERITAMAGELANG.ID - Kepergian Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat dan sahabat yang mengenalnya sejak kecil. 

Almarhum dikenang sebagai pribadi yang baik, ramah, serta memiliki kedekatan erat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Sepupu almarhum, Sumarno (56) menceritakan, semasa hidupnya almarhum dikenal sering pulang kampung dan menjaga silaturahmi dengan warga sekitar.

"Hubungan beliau dengan masyarakat sangat baik. Sering berkunjung, sering pulang, dan dikenal patuh terutama kepada orang tua, khususnya ibunya," ujar Sumarno.

Menurutnya, keinginan almarhum menjadi prajurit TNI telah tumbuh sejak lama, terlebih setelah sang ayah meninggal dunia. Latar belakang pendidikan di bidang kesehatan turut memperkuat tekadnya untuk mengabdi di lingkungan militer.

"Memang dari dulu sudah ingin jadi tentara, apalagi didukung pendidikan kesehatan di Kesdam. Beliau ingin mengabdi di bagian kesehatan," jelasnya.

Almarhum pun berhasil lolos seleksi TNI dalam satu kali kesempatan dan mengawali penugasan di Bali. Sebelum berangkat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, ia sempat pulang untuk berpamitan dengan keluarga. Saat itu, anaknya masih berusia sekitar tujuh bulan.

"Beliau sangat semangat saat mendapat tugas ke Lebanon. Sebelum berangkat juga pulang untuk pamit kepada keluarga," tambahnya.

Almarhum diketahui merupakan anggota TNI pertama di keluarganya. Semasa hidup, ayahnya bekerja di bidang kesehatan, khususnya di bagian obat-obatan.

Kenangan serupa juga disampaikan sahabat masa kecil almarhum, Dika Satria. Ia menggambarkan almarhum sebagai sosok gigih dan teguh dalam mengejar cita-cita.

"Kami dari kecil sudah bareng, tetanggaan. Main bareng, sampai waktu beliau mau daftar tentara, saya juga sering menemani latihan lari tiap sore," ungkap Dika.

Ia menyebut, minat almarhum untuk menjadi prajurit TNI mulai terlihat sejak bangku sekolah menengah pertama. Setelah lulus, almarhum melanjutkan pendidikan di Kesdam yang semakin menguatkan langkahnya menuju dunia militer.

"Sejak dari Kesdam itu mulai terlihat keseriusannya. Setelah lulus, beliau langsung mendaftar ke TNI Angkatan Darat," katanya.

Tak hanya itu, almarhum juga memiliki keinginan kuat untuk bergabung dalam misi Pasukan Perdamaian Dunia di Lebanon. Keinginan tersebut telah lama disampaikan kepada rekan-rekannya, meski baru terwujud pada tahun lalu.

"Beliau memang ingin bergabung di UNIFIL sejak lama. Sebelum berangkat pun sempat pamit dan memberi kabar ke teman-teman kalau akan berangkat ke Lebanon sekitar Agustus tahun lalu," ujarnya.

Selama bertugas, komunikasi dengan keluarga dan sahabat tetap terjalin, meski seringkali harus terputus mendadak karena situasi di lapangan.

"Kadang lagi telepon tiba-tiba dimatikan karena dipanggil atau ada situasi tertentu. Kami hanya tahu sekilas saja kondisi di sana," katanya.

Di balik pengabdiannya, almarhum juga menyimpan banyak rencana sederhana bersama keluarga. Salah satunya adalah melakukan perjalanan darat bersama istri dan anaknya sepulang dari penugasan.

"Beliau punya banyak rencana, tapi yang saya ingat, ingin road trip bersama istri dan anaknya, dari sini ke tempat dinasnya di Bali," tutur Dika.

Bagi Dika, almarhum adalah sosok yang teguh pendirian dan pantang menyerah. Jika sudah memiliki keinginan, ia akan berusaha keras untuk mewujudkannya.

"Orangnya keras dalam arti positif. Kalau sudah punya kemauan, pasti dikejar. Waktu mau daftar tentara, latihannya serius sekali, lari pagi dan sore setiap hari," kenangnya.

Kenangan kebersamaan sejak kecil hingga dewasa pun menjadi bukti eratnya hubungan yang terjalin. Sosok almarhum akan selalu dikenang sebagai pribadi yang baik dan penuh semangat dalam menggapai cita-cita.

"Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," pungkas Dika.

Diberitakan sebelumnya, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, berusia 26 tahun adalah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026).

Prosesi pemakaman secara militer dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar