BERITAMAGELANG.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang melakukan terobosan baru dengan Program Kampung Iklim (Proklim) Inklusif. Program ini merupakan upaya mitigasi untuk masyarakat agar mampu menghadapi perubahan iklim dengan tujuan utama pelestarian lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Magelang Sarifudin mengatakan Proklim inklusif ini diharapkan ketika ada perubahan iklim masyarakat sudah siap secara mandiri termasuk masyarakat berkebutuhan khusus.
"Perubahan iklim harus diantisipasi oleh semua masyarakat, tidak terkecuali kelompok inklusif," kata Sarifudin di kantornya, Kamis (25/3/2021).
Untuk keberhasilan program itu, lanjutnya, DLH telah menyiapkan media sarana pendukung termasuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) khusus untuk menangani proklim inklusif disabilitas tersebut.
Dijelaskan Sarifudin, nantinya program ini mengarahkan warga inklusif dapat lebih mandiri, bisa hidup dengan kegiatan dia sendiri. Untuk memberikan skiil, sehingga bisa membuat inovasi dalam rangka mengembangkan diri. Praktek materi didik membuat kerajinan. Pada masa pandemi membuat masker, membuat face shield, dan ke depannya akan disiapkan beberapa keterampilan.
Dengan demikian, harapan ke depan hasil dari aktivitas kerajinan pemanfaatan limbah dan non limbah lingkungan itu bisa untuk menopang kehidupannya sendiri.
"Harapannya mereka tidak menggantungkan diri pada orang lain. Namun bisa hidup di atas kakinya sendiri," harapnya.
Dia menjelaskan, untuk keberhasilan program ini pihak DLH Kabupaten Magelang juga menjalin kerjasama dengan pihak lain seperti Bintari, lembaga yang bergerak di bidang lingkungan.
Dikatakan Sarifudin, tidak saja membekali ketrampilan, yang paling mendasar dari Proklim inklusif ini adalah membentuk kesadaran terhadap perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
"Mereka memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan pelestariannya," harapnya.
Ditambahkan Sarifudin, terkait mitigasi untuk perubahan iklim DLH Kabupaten Magelang juga tengah mempersiapkan kampung Proklim di setiap kecamatan. Ke depan, desa proklim yang menjadi unggulan itu akan menjadi contoh desa-desa yang lain.
@kominfomagelang Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 81 di halaman Setda Kabupaten Magelang, Rabu (20/5/2026). Pelepasan kloter terakhir tahun ini dipimpin oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid. Sebanyak 254 jemaah diberangkatkan menggunakan delapan armada bus menuju Asrama Haji Donohudan. Kloter 81 dikenal sebagai kloter “sapu jagad” karena menggabungkan jemaah asal Magelang dengan jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Diharapkan seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. #haji #magelang #anyargress ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar