Faktor Cuaca, Kunjungan ke Destinasi Wisata Magelang Menurun saat Libur Lebaran

Dilihat 1292 kali
Pengunjung Candi Borobudur tampak mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata.

BERITAMAGELANG.ID - Selama masa libur Lebaran 2024, kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Kabupaten Magelang, menurun dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, penurunan itu terjadi merata di semua destinasi wisata. Mulai dari Candi Borobudur, Nepal Van Java, Ketep Pass, Negeri Kahyangan, dan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Mulyanto mengatakan, tahun ini, tren kunjungan ke destinasi wisata cenderung menurun. "Dari catatan yang saya terima, berkurangnya hampir mencapai 50 persen," ungkapnya, Rabu (17/4/2024).

Selama libur Lebaran atau 10 hingga 16 April 2024, total kunjungan mencapai 120 ribu wisatawan. Sementara tahun lalu dengan periode yang sama, ada lebih dari 170 ribu wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Magelang.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan jumlah kunjungan di Kabupaten Magelang. Satu di antaranya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Tidak hanya di Magelang, penurunan itu nyatanya juga dialami oleh daerah lain.

Padahal, lanjut dia, pemerintah bersama pengelola dan masyarakat terus berupaya agar mengoptimalkan potensi destinasi wisata. Nantinya, disparpora bakal melakukan evaluasi secara berkala agar tren kunjungan ke DTW di Kabupaten Magelang tidak semakin anjlok.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magelang harus terus berikhtiar, berinovasi, dan berkolaborasi dengan sejumlah elemen. Agar ke depan dapat mendongkrak jumlah kunjungan. "Semoga bisa mewujudkan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan," bebernya.

Sementara itu, Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Magelang, Edwar Alfian menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, hampir seluruh destinasi wisata, transportasi, hingga penginapan, terjadi penurunan kunjungan. Ada yang menurun 50 persen.

Namun, tidak seluruhnya menurun signifikan. Seperti Tol Kahyangan, Ketep Pass, dan Candi Borobudur. "Beberapa destinasi itu saya pikir turunnya tidak terlalu tajam. Mungkin di angka 10-20 persen. Tapi kalau di DTW lain, ada yang menurun lebih dari 50 persen," ungkapnya.

Dibanding tahun lalu, jumlah kunjungan Ketep Pass tahun ini sedikit mengalami penurunan. Salah satu faktornya karena hujan yang sejak hari pertama Lebaran mengguyur wilayah Ketep Pass.

Hal itu praktis membuat minat wisatawan untuk berkunjung, turun. Pada hari pertama Lebaran, Ketep Pass dikunjungi sekitar 700 wisatawan. Sedangkan hari kedua, jumlah kunjungannya meningkat, yakni hampir 2.000 wisatawan.

"Lalu, jumlahnya meningkat pada hari ketiga, keempat, dan kelima Lebaran, yaitu hampir 3.000 wisatawan," ujarnya yang merangkap sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Magelang.

Harapannya, momentum libur Lebaran ini menjadi evaluasi agar tahun depan bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan. "Ini nanti menjadi evaluasi ke depan bagi kami selaku pengelola DTW agar momentum Lebaran bisa lebih menyinergikan teman-teman," imbuhnya.

General Manager TWC Unit Borobudur, Jamaludin Mawardi mengungkapkan, Lebaran tahun ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur masih di bawah target. Selama masa ramai Lebaran pada 8-15 April, ada 63.427 wisatawan.

Sebelumnya, TWC telah menargetkan kunjungan 97.400 wisatawan yang akan berkunjung ke Candi Borobudur. "Padahal kami berharap ada kenaikan 5-6 persen dari realisasi Lebaran tahun lalu," kata dia.

Kendati masih jauh dari target, tapi animo wisatawan untuk naik ke struktur candi terbilang tinggi. Karena setiap harinya, kuota 1.200 wisatawan dapat tercapai.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi turunnya kunjungan ke Candi Borobudur selama masa ramai Lebaran. Salah satunya karena isu pembatasan kunjungan ke Candi Borobudur masih beredar di masyarakat.

Hal itu membuat calon wisatawan mengurungkan niatnya untuk berkunjung. Khususnya ketika tidak mendapatkan tiket naik ke struktur Candi Borobudur. Sehingga mereka datang, tapi karena tidak mendapatkan kesempatan, akhirnya mereka membatalkan," ujarnya.

Tidak hanya itu, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Magelang yang tidak menentu, turut memengaruhi jumlah kunjungan. Wisatawan praktis akan merasa terganggu dan memilih untuk mengubah jadwal berkunjungnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar