Gerakan Kabupaten Magelang Menuju Go Organik Di Launching

Dilihat 1512 kali
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto saat melaunching 'Gerakan Kabupaten Magelang Menuju Go Organik' dan meninjau pameran produk pangan organik serta gerakan pasar murah di pendopo Lapangan drh Soepardi Kota Mungkid.

BERITAMAGELANG.ID- Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang melaunching 'Gerakan Kabupaten Magelang Menuju Go Organik' yang dilaksanakan di pendopo Lapangan drh Soepardi Kota Mungkid dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian Ke-52 Tahun 2024 tingkat Kabupaten Magelang.

Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menyampaikan, pengembangan sistem pertanian organik adalah sistem manajemen produksi yang holistik untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah, serta model bercocok tanam yang tidak hanya menghasilkan produk yang sehat dan aman dikonsumsi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan.

"Saya berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan pertanian organik di Kabupaten Magelang," kata Sepyo Achanto saat melaunching Gerakan Kabupaten Magelang Menuju Go Organik, Kamis (20/6/2024).

Ia memiliki harapan besar agar semua masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung dan memajukan sektor pertanian di Kabupaten Magelang. Menurutnya, mengkonsumsi atau membeli produk pertanian lokal sangat penting untuk meningkatkan perekonomian daerah, serta kualitas dan kesegaran produk lebih terjamin, mengurangi jejak karbon, dan sebagai upaya mendorong kemandirian pangan.

"Saya menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Magelang untuk mulai memprioritaskan produk pertanian lokal yang sudah menuju sehat dan organik. Marilah kita tunjukkan kebersamaan dan kepedulian kita dengan mendukung para petani kita, tidak hanya membantu mereka tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan untuk Kabupaten Magelang," ajak Sepyo.

Sepyo menambahkan bahwa, tujuan Go Organik merupakan gerakan yang mendorong pengunaan produk ramah lingkungan, menguranggi dampak negatif pengunaan bahan kimia, sekaligus mendorong mempromosikan produk pertanian sehat.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan, peringatan Hari Krida Pertanian yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Juni ini diinisiasi oleh perhimpunan penyuluh Indonesia DPD Kabupaten Magelang.

Sementara di Kabupaten Magelang sendiri telah memiliki 127 penyuluhan pertanian yang tersebar di 21 kecamatan yang diwadahi oleh lembaga yang disebut Balai Penyuluh Pertanian.

"Untuk rangkaian acara sendiri diawali oleh upacara yang diikuti oleh perhutani seluruh Kabupaten Magelang yang dilanjutkan dengan launching Gerakan Kabupaten Magelang Menuju Go Organik dan penyerahan bibit cabai kepada para petani," papar Romza.

Romza mengatakan bahwa pada tahun ini (2024) Kabupaten Magelang telah mendapatkan alokasi sebanyak 650 hektare untuk pengembangan cabai dari APBN Kementerian Pertanian Direktorat Hortikultura melalui Champion Kabupaten Magelang.

Selain itu juga dilakukan peninjauan gerakan pasar murah yang bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya bulog, asosiasi peternakan daging dan kelompok tani yang bertujuan untuk menyediakan pangan murah bagi masyarakat dan pengendalian inflasi di Kabupaten Magelang.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar