BERITAMAGELANG.ID - Gerakan Penanaman Kopi, dilaksanakan di Desa Dampit Kecamatan Windusari, Sabtu (15/12). Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP pun turun langsung menanam bibit kopi.
Bupati mengatakan, pada 2017 Kabupaten Magelang memiliki areal Kopi Robusta seluas 2.189.21 hektar dan Kopi Arabika seluar 118 hektar yang tersebar di berbagai Kecamatan seperti Windusari, Kaliangkrik, Kajoran, Tempuran, Salaman, Borobudur, Bandongan, Ngablak, Secang, Dukun, Pakis dan Sawangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan harapan agar Kabupaten Magelang bisa menjadi sentra agribisnis komoditas kopi nasional, serta menjadi destinasi edukasi dan wisata berbasis agrowisata dengan komoditas sesuai potensi wilayahnya.
"Untuk itu pembangunan sektor perkebunan kopi harus terus kita giatkan, Pemerintah Magelang telah menetapkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan.
Sehingga gerakan Penanaman Kopi di Desa Dampit dan Desa Girimulyo Kecamatan Windusari bisa memacu jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang dan petani kopi untuk bekerja lebih giat dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas," harapnya.
Bupati Magelang dalam kegiatan tersebut, juga menyerahkan 44.400 bibit tanaman kopi kepada kelompok masyarakat Pelestari Tanaman Kopi di Desa Dampit dan Desa Girimulyo untuk ditanam di areal seluas 44,4 hektar.
Ia berharap bantuan bibit tanaman kopi bisa mendorong masyarakat di desa-desa lainnya di Kecamatan Windusari, untuk meningkatkan produktivitas, kuantitas serta kualitas kopi, sesuai dengan permintaan pasar. Yang akhirnya kesejahteraan petani kopi meningkat.
"Lebih-lebih, Indonesia adalah produsen Kopi terbesar keempat sedunia, dan telah mampu mengekspor ke berbagai negara di Benua Eropa, seperti Perancis, Jerman dan Belanda.
Sehingga diharapkan Kopi Magelang nantinya bisa menjadi kopi spesial, yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan semakin luas merambah pasar ekspor dunia," pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Forkopimcam Windusari, SKPD terkait, petani Kopi dan tamu undangan lainnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar