Jelang Tahun Politik, Bawaslu Gelar Deklarasi Pemilu Damai dan Berintegritas

Dilihat 2485 kali
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang memimpin Deklarasi Pemilu Damai dan Berintegritas dengan cara menabuh gamelan Soreng

BERITAMAGELANG.ID - Menjelang satu tahun hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024, Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar Deklarasi Pemilu Damai dan Berintegritas. Di samping itu juga mematangkan langkah-langkah dalam mengoptimalkan pengawasan Pemilu dari berbagai aspek yang merupakan ikhtiar sebagai upaya menjaga kualitas demokrasi agar Pemilu dapat berjalan dengan LUBER dan JURDIL.


Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M. Habib Shaleh saat membuka acara bertajuk Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Pemilu 2024 di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang, Selasa (14/2) malam.


"Dalam aspek SDM pengawas, hingga hari ini (14/2) tercatat 435 jajaran pengawas pemilu telah ditetapkan dan dilantik. 63 Panwaslu kecamatan dan 372 Panwaslu desa, keterwakilan perempuan juga sudah termasuk di situ," katanya.


Dari aspek pengawasan, Habib menjelaskan, Bawaslu Kabupaten Magelang telah melakukan tindakan pengawasan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan setiap tahapan Pemilu. Bahkan saat ini, Bawaslu Kabupaten Magelang telah menyusun pedoman dan alat kerja pengawasan yang menjadi acuan kerja pengawas pemilu.


Dari sisi pencegahan, Bawaslu telah melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisasi munculnya pelanggaran Pemilu. 


"Hal ini penting dilakukan sebagai upaya mencegah pelanggaran Pemilu sejak dini mengingat dari hasil pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang diumumkan Bawaslu RI menyebutkan bahwa Kabupaten Magelang masuk kategori rawan tinggi pada penyelenggaraan Pemilu 2024," ungkapnya.


Selain itu, Bawaslu Kabupaten Magelang juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaran Pemilu. Di antaranya dengan menjalin kerja sama antar lembaga dalam bentuk nota kesepahaman maupun perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi, Sekolah Menengah Atas, Kwarcab untuk SAKA Adhyasta serta organisasi pemuda dan kemasyarakatan di Kabupaten Magelang. Selain itu juga kerja sama dengan pemerintahan desa yang melahirkan Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang (APU) sejumlah 23 desa. 


"Masyarakat merupakan pemilik suara sekaligus penerima manfaat terbesar dari terwujudnya pemilu yang berintegritas. 


Untuk itu Bawaslu Kabupaten Magelang senantiasa melibatkan masyarakat dan mendorong masyarakat untuk turut serta mengawal hak pilihnya dimulai dari pemutakhiran data," terang Habib.


Sementara dari aspek hubungan masyarakat, Habib menjelaskan, Bawaslu Kabupaten Magelang telah dan selalu berupaya menyebarluaskan agenda, pelaksanaan, dan hasil pengawasan Pemilu kepada masyarakat melalui saluran distribusi informasi yang tepat, cepat, berkualitas, dan mudah dimengerti.


"Malam ini kami akan melaunching JARIMU AWASI PEMILU, sebuah komunitas digital pengawasan partisipatif. ini merupakan sebuah gerakan yang berfokus pada pengawasan partisipatif maysrakat terhadap penyelenggaraan Pemilu khususnya perputaran informasi kepemiluan di dunia digital," tambahnya.


Dirinya berharap dengan optimalnya saluran distribusi informasi, diharapkan dapat meningkatkan citra lembaga dan kesadaran politik masyarakat.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar