BERITAMAGELANG.ID - Suasana tenang dan rindang menyelimuti area Joglo Museum Haji Widayat, Kabupaten Magelang. Di bawah naungan bangunan tradisional tersebut, nampak puluhan peserta asyik berkutat dengan kuas dan canting. Mereka adalah peserta workshop melukis dan membatik gratis yang kini tengah menjadi magnet baru bagi masyarakat pecinta seni di Magelang dan sekitarnya.
Pengelola Museum Haji Widayat, Afi menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang didukung oleh Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta LPDP. Program ini telah berlangsung sejak Januari hingga Agustus 2025, dan kini dimulai kembali sejak Desember 2025 hingga akhir Februari mendatang.
"Workshop ini dijadwalkan khusus setiap hari Jumat hingga Minggu. Materi yang dipilih sangat relate dengan identitas museum, mengingat Bapak Widayat sendiri adalah seorang pelukis maestro," ujar Afi saat mendampingi workshop, Jumat (30/1).
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.600 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, telah berpartisipasi.
"Selama kurang lebih dua jam, mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dengan fasilitas peralatan yang telah disediakan secara lengkap oleh pihak kami," terang Afi.
Ia berharap masyarakat sekitar khususnya di Kabupaten Magelang lebih ingin mengenal tentang seni rupa, dan Museum Haji Widayat dapat menjadi wadah untuk belajar seni rupa.
Bagi banyak peserta workshop, ini adalah pengalaman pertama mereka bersentuhan langsung dengan malam dan canting. Budiono, tutor membatik yang akrab disapa Budi, mengakui adanya tantangan tersendiri dalam membimbing pemula.
"Teknik awal itu krusial. Jika pemahaman dasarnya salah, akan berdampak langsung pada hasil karyanya. Saya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat bisa lebih menghargai batik setelah merasakan sendiri kerumitan proses pembuatannya," kata Budi.
Antusiasme senada diungkapkan oleh Agatha, peserta asal Japunan. Ia mengaku mengetahui informasi ini melalui media sosial.
"Penjelasan tutor sangat mudah dipahami. Ternyata membatik itu seru sekali, meski menggunakan canting tidak semudah yang terlihat," ungkapnya.
Penyelenggaraan workshop melukis dan membatik ini membawa dampak positif yang signifikan bagi berbagai pihak. Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi sarana edukasi cuma-cuma untuk mengasah kreativitas dan keterampilan teknis di lingkungan yang inspiratif. Sementara bagi para tutor dan seniman, workshop ini menjadi wadah untuk mentransfer ilmu sekaligus menjaga regenerasi nilai-nilai seni agar tidak pudar ditelan zaman.
Bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman seni secara langsung atau sekadar menikmati koleksi sang maestro, Museum Haji Widayat menyambut kunjungan setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 30.000, pengunjung dapat mengeksplorasi galeri yang menyimpan karya-karya orisinal Haji Widayat serta galeri khusus yang memamerkan karya dari seniman lainnya. Keberadaan joglo yang nyaman dan asri menjadikan museum yang berdiri sejak 1994 ini tidak hanya sekadar tempat pameran, tetapi juga destinasi wisata edukasi yang menenangkan bagi keluarga maupun pelajar di wilayah Kabupaten Magelang.
0 Komentar