Pemkab Magelang Gelar Gerakan Pangan Murah Ramadan di Ngablak

Dilihat 347 kali
Antusias warga membeli kebutuhan pokok di Gerakan Pangan Murah Pemkab Magelang di Kecamatan Ngablak Senin (25/03).

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan meringankan beban masyarakat di bulan Ramadan. 


Kegiatan yang dihadiri Pj Bupati Magelang tersebut dilaksanakan di halaman Kecamatan Ngablak, Senin (25/3/2024).

 

Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengatakan, melalui Gerakan Pangan Murah ini masyarakat bisa mendapatkan harga sembako di bawah harga eceran tetap (HET) seperti beras, gula, telur, minyak goreng dan lain lain.


"Untuk kebutuhan pokok penting. Itu prioritasnya," kata Pj Bupati Magelang, Sepyo Achanto usai meninjau kegiatan tersebut.

 

Diungkapkan Sepyo, Gerakan Pangan Murah oleh Pemkab Magelang ini yang keempat kalinya dan akan dilaksanakan terus dengan lokasi berbeda hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah.


Menurut Sepyo, tidak ada kupon maupun batasan bagi masyarakat yang hendak membeli. Namun meski tidak ada pembatasan diharapkan masyarakat dapat mengaturnya agar semua kebagian.

 

Selain itu, lanjut Sepyo mengatakan egiatan ini merupakan upaya pengendalian inflasi agar masyarakat bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.

 

"Ini akan terus dilakukan dan jadwalnya akan terus ditambah mengingat harga kebutuhan pokok saat puasa dan menjelang hari raya cenderung tinggi," ungkapnya.

 

Berdasar pantauan di lokasi, gerakan pangan murah di Ngablak terlihat sangat ramai. Masyarakat dari sejumlah desa di lereng Gunung Andong telihat antusias membeli kebutuhan pokok yang tersedia. Mereka juga terlihat sumringah mendapatkan harga sembako yang dibeli lebih murah dari pasaran.

 

Telur ayam dijual Rp68.000 per 5 kg. Harga telor tersebut lebih murah dibanding pasaran yang mencapai Rp75.000 per 5 kgnya. Demikian juga harga beras yang harganya lebih murah, selisihnya Rp5.000.


"Sangat membantu pasar murah ini borong 15 kilo beras, karena lebih murah. Kalau yang ini murah (selisih) Rp5.000, kalau di pasaran Rp80.000 di sini Rp75.000. Saya juga beli telor, daging," kata salah satu warga Ngablak, Muriah.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan sejak awal Ramadan hingga saat ini Gerakan Pangan Murah sudah dilakukan di wilayah Kecamatan Mungkid, Candimulyo, Pakis dan kali ini di Kecamatan Ngablak. Komoditas yang dijual adalah bahan pokok penting dan sayuran.

 

Ketersediaan komoditas sayuran, lanjut dia, di wilayah Kabupaten Magelang cukup aman. Sedangkan berkaitan harga mahal saat ini karena kondisi cuaca el nino dimana hujan yang tersedia baru terjadi di akhir Desember sehingga masa tanam petani padi mundur. Panen raya diperkirakan baru akan terjadi di awal Maret maupun akhir April.


Saat ini harga beras di Kabupaten Magelang mulai turun karena sejumlah daerah sudah mulai panen.

 

"Kita harapkan di April itu panen raya sehingga harga beras bisa mulai turun," harap Romza.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar