Pemkab Magelang Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah

Dilihat 872 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-27 di halaman Setda Kabupaten Magelang, yang dipimpin langsung oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin sebagai inspektur upacara.

Upacara peringatan hari OTDA ke-27 ini juga diikuti jajaran Forkompimda Kabupaten Magelang beserta para pejabat dan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan, upacara peringatan hari OTDA ini mengingatkan kembali tentang filosofi otonomi daerah. Banyak hal dan harapan tentang otonomi daerah yang ditekankan seperti kemandirian fiskal dengan harapan daerah dapat tumbuh dan berkembang lebih baik.

Namun demikian, Menteri Dalam Negeri juga memberikan catatan, ada beberapa daerah yang ternyata masih belum mengalami kemajuan. Bahkan dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih kurang dari 20 persen, dan masih banyak daerah butuh uluran tangan dari Pemerintah Pusat.

"Maka Mendagri mengajak kepada daerah-daerah untuk memperbanyak inovasi-inovasi kita, agar seluruh kegiatan di Pemerintahan Daerah ini tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga harapannya dapat memaksimalkan PAD untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Magelang," kata Zaenal usai melaksanakan upacara peringatan hari OTDA ke-27, Jumat (28/4).

Zaenal mengatakan, Mendagri juga menekankan untuk beberapa anggaran lebih diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat, baik itu infrastruktur maupun yang lainnya.

"Jadi ini momentum dan koreksi bagi kami di Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan lagi potensi yang ada di daerah dan bagaimana memaksimalkan anggaran yang sudah dimiliki ini agar lebih efektif dan efisien dan benar-benar digunakan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

PAD di Kabupaten Magelang saat ini sudah pada angka 23,35 persen lebih tinggi dari target yang diberikan oleh Mendagri.

Di samping itu, Zaenal menyampaikan stunting juga menjadi salah satu skala prioritas yang harus segera diatasi, di mana Indonesia akan segera memasuki masa keemasan pada 2045 dan membutuhkan sumber daya manusia yang unggul.

"Artinya sumber daya manusia yang unggul ini adalah anak-anak yang lahir tidak memiliki kebutuhan khusus," ujar Zaenal.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar