Pemkab Magelang Optimis Capai Target Penurunan Angka Stunting

Dilihat 1175 kali
Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN, Widwiono dan seluruh Pimpinan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah saat mengikuti acara evaluasi terpadu percepatan penurunan Stunting Provinsi Jawa Tengah.

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus berkomitmen terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan penurunan stunting, yang merupakan salah satu investasi utama dalam mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.


Demikian disampaikan Bupati, diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto pada acara evaluasi terpadu percepatan penurunan stunting Provinsi Jawa Tengah, di Grand Artos Hotel Magelang, Kamis (12/10/2023).


Adi Waryanto berkeyakinan target penurunan stunting bisa tercapai melihat semangat kebersamaan dalam pelaksanakan roadshow penurunan stunting kemarin, yang telah dilakukan secara konvergensi, holistik, integratif, dan berkualitas dengan saling koordinasi, sinergi, sinkronisasi dan saling kerja sama antara multi sektor dan multi pihak mulai dari tingkat pusat hingga tingkat desa.


"Melalui evaluasi ini, kami mengajak kepada semua pihak dan semua sektor untuk tidak mengendorkan semangat dalam melakukan upaya-upaya percepatan penurunan stunting sehingga tercapainya target prevalensi penurunan stunting 14 persen di tahun 2024," kata Adi.


Kemudian, terkait dengan pelaksanaan kunjungan lapangan beberapa waktu lalu, dalam rangka pemantauan implementasi spesifik dan sensitif ke sasaran di wilayah Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Gondowangi Kecamatan Sawangan, Adi berharap, hasil observasi permasalahan stunting ini dapat menggambarkan kondisi real masyarakat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan diskusi pengambilan kebijakan dalam percepatan penurunan stunting.


Penyuluh KB Ahli Utama pada BKKBN, Widwiono mengatakan kegiatan ini adalah monitoring terpadu kepada 12 provinsi prioritas. Dalam hal ini Jawa Tengah masuk salah satu provinsi prioritas karena belum masuk target yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.


"Namun secara absolut, Jawa Tengah itu penduduknya banyak nomor tiga setelah Jabar dan Jatim, sehingga Jawa Tengah menjadi provinsi prioritas percepatan penurunan stunting," ungkap Widwiono.


Karena Jawa Tengah menjadi provinsi prioritas, maka seluruh stakeholder terkait diharapkan untuk bekerja secara ekstra dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di semua kabupaten/kota.


Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, berdasarkan dari hasil evaluasi yang telah dilakukan terdapat kendala cara pengukuran dengan menggunakan alat Antropometri (metode untuk menilai ukuran serta komposisi tubuh manusia).


Lebih lanjut Sumarno menerangkan, dari 49.000 Posyandu di Jawa Tengah hampir 80 persen atau sekitar 48.000 posyandu telah memiliki alat atau menggunakan metode Antropometri. Namun demikian, penggunaannya masih harus dilakukan sosialisasi atau pelatihan kepada operator di tiap-tiap Posyandu.


"Nanti kita akan berkoordinasi dengan teman-teman di kabupaten/kota untuk melatih cara menggunakan alat tersebut. Untuk diketahui bahwa pengukuran angka stunting saat ini di Jawa Tengah salah satunya menggunakan alat Antropometri ini," beber Sumarno.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar