Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Bupati Ingatkan Pentingnya Merawat Alam

Dilihat 2433 kali
Pelepasan burung merpati menandai puncak peringatan HCPSN 2018 Jawa Tengah

BERITAMAGELANG.ID - Hari Cinta Puspa & Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap 5 November. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional, serta menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan manusia.

Peringatan HCPSN 2018 Jawa Tengah dipusatkan di Grabag Kabupaten Magelang, yang diselenggarakan pada 14-15 November 2018.

Dalam acara tersebut dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya lomba melukis, lomba mutu kopi lokal Jawa Tengah, pameran puspa, satwa dan gerakan pungut sampah bersama. Pada puncak acara , Kamis (15/10) juga dilaksanakan Pencanangan Perlindungan Sumber Daya Genetik (SDG) Jawa Tengah oleh Gubernur diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jawa Tengah, Priyo Anggoro Budi Raharjo, SH. M.Si.

Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP berterima kasih karena Kabupaten Magelang dijadikan tuan rumah dalam HCPSN 2018 Jawa Tengah.

"Tentunya ini menjadi spirit dan semangat kami bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang. Pada hakekatnya apa yang mau kita urus apa yang diurus oleh negara ini tidak lain adalah hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan sesama manusia. 

Maka tugas berat bagi kita bersama adalah bagaimana kita mewariskan kepada anak cucu kita alam yang baik, yang bisa dinikmati dan ditinggali sesuai dengan kebutuhan anak cucu kita, maka alam ini harus kita jaga dan rawat bersama," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Penyelenggara HCPSN 2018 Jawa Tengah, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Sugeng Riyanto, M.Sc menyayangkan banyaknya perburuan burung yang saat ini sangat merajalela.

"Sederhana sekali, burung pleci yang ukurannya sebesar jempol tangan setiap kali  berada di pasar-pasar burung atau pasar ternak itu ribuan ditangkap, padahal burung pleci itu adalah burung yang memakan salah satu bagian mata rantai kehidupan yaitu nyamuk dan juga buah buahan kecil. Tetapi sungguh luar biasa perburuan pada burung pleci itu mengkhawatirkan kita semua," keluhnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan Gerakan Pungut Sampah (GPS) bersama jajaran pemerintah dan masyarakat di pasar grabag. Dalam kegiatan tersebut berhasil terkumpul sebanyak 928 kilogram sampah.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar