BERITAMAGELANG.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang mendorong petugas promosi kesehatan (Promkes) meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan keterampilan penulisan artikel. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat di tengah perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Orientasi Peningkatan Kapasitas Petugas Promosi Kesehatan dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Penulisan Artikel untuk Media Cetak dan Web yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 35 petugas Promkes dari Puskesmas serta perwakilan dari empat rumah sakit di Kabupaten Magelang. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan Promkes sekaligus teknik menulis artikel yang informatif dan sesuai karakteristik media cetak maupun media daring.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Riyono mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan menuntut petugas Promkes memiliki kemampuan komunikasi yang semakin adaptif.
"Petugas Promkes dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan kesehatan, tetapi juga mampu mengemas informasi menjadi konten yang menarik, mudah dipahami, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mencari ide, menyusun materi, hingga meningkatkan produktivitas petugas dalam menghasilkan konten komunikasi kesehatan.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus disertai dengan kemampuan melakukan verifikasi informasi, memperhatikan etika, mengembangkan kreativitas, serta bertanggung jawab terhadap informasi kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat.
"Penggunaan AI harus tetap disertai dengan verifikasi informasi, etika, kreativitas, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kesehatan," kata dr. Riyono.
Dinkes berharap peningkatan kapasitas tersebut tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas komunikasi kesehatan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan kemampuan tersebut, petugas Promkes diharapkan mampu menghasilkan artikel dan konten kesehatan yang berkualitas untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, materi Penggunaan AI dalam Mendukung Upaya Promosi Kesehatan disampaikan praktisi AI, M. Yasin Awan Wiratno. Sementara materi Penulisan Artikel untuk Media Cetak dan Web disampaikan Senior Manager News Platform Harian Jogja, Maya Herawati.
Maya menjelaskan, terdapat sejumlah perspektif yang dapat digunakan petugas Promkes dalam memetakan materi untuk pemberitaan. Tidak semua kegiatan kesehatan harus diberitakan sebatas sebagai laporan kegiatan, tetapi dapat dikembangkan menjadi informasi yang memiliki nilai edukasi dan aktual bagi masyarakat.
Ia memetakan pemberitaan Promosi Kesehatan ke dalam beberapa pendekatan, yakni promosi kesehatan, advokasi kesehatan, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat.
Promosi kesehatan dapat dikembangkan sebagai pemberitaan yang mengedukasi masyarakat sekaligus memiliki nilai aktual, termasuk kampanye yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat. Sementara advokasi kesehatan dapat menyoroti kebijakan atau dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan terhadap persoalan kesehatan.
Adapun pendekatan kemitraan dapat mengangkat kolaborasi Dinkes dengan berbagai pihak, seperti pemerintah desa, sekolah, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi masyarakat, kader, fasilitas kesehatan, maupun komunitas.
"Sedangkan pemberdayaan masyarakat menempatkan masyarakat sebagai pelaku dalam program kesehatan, bukan sekadar sebagai penerima program," jelas Maya.
Melalui orientasi tersebut, Dinkes Kabupaten Magelang berharap kapasitas petugas Promkes semakin kuat dalam memanfaatkan teknologi sekaligus membangun komunikasi kesehatan yang efektif. Informasi kesehatan yang disusun dengan baik diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan pada akhirnya mendukung peningkatan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai kesehatan.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan Promosi Kesehatan di masing-masing Puskesmas dan rumah sakit.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar