Dari Puncak Telomoyo, Bupati Magelang Ajak ASN Tinggalkan Budaya Kaku Birokrasi

Dilihat 165 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dari ketinggian 1.894 mdpl puncak Telomoyo, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyerukan perubahan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN). Ia mendorong seluruh ASN meninggalkan birokrasi yang kaku, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta membangun manajemen talenta agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, profesional, dan berdampak nyata.


Pesan ini disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan kolaborasi Rencana Aksi Daerah (RAD), implementasi sistem Merit, penandatanganan komitmen bersama Manajemen Talenta, serta Gerakan Aparat Sapa Warga Kabupaten Magelang yang diikuti oleh seluruh kepala perangkat daerah, instansi vertikal, unit kerja, dan BUMD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Jumat (10/7/2026) di Triangle Sky Telomoyo.


Menariknya, kegiatan ini diawali dengan kegiatan touring mengendarai sepeda motor yang diikuti oleh seluruh peserta dan dipimpin langsung oleh Bupati Magelang dan Wakil Bupati Magelang dengan rute Rumah Dinas Bupati Magelang, Embung Mranggen, Tempat Wisata Ketep Pass dan berakhir di Triangle Sky Telomoyo sambil menyapa masyarakat Kabupaten Magelang.


Pada kesempatan kali ini, Grengseng Pamuji mengatakan, filosofi kepemimpinannya berorientasi pada proses yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, seluruh program yang telah disusun dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) harus dijalankan secara konsisten dan terukur.


"Tahapan penggalian ide, diskusi, dan penyusunan konsep Rencana Aksi Daerah sudah kita laksanakan bersama. Sekarang saatnya melaksanakan semua yang telah disepakati dengan sebaik-baiknya," pesannya.


Menurutnya, penguatan RAD kini didukung sistem yang memungkinkan proses pengendalian, monitoring, dan evaluasi yang dilakukan secara objektif kapan saja. Capaian setiap perangkat daerah akan menjadi dasar penilaian kinerja sehingga tidak lagi bergantung pada laporan yang bersifat subjektif.


Bupati menegaskan tantangan pembangunan daerah menuntut ASN yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga adaptif, lincah, berintegritas, dan mampu bekerja lintas sektor. Oleh karena itu, penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta menjadi fondasi penting dalam menciptakan birokrasi modern.


"Hari ini kita sepakat meletakkan dasar yang kokoh melalui penandatanganan komitmen bersama implementasi Manajemen Talenta sebagai instrumen untuk memetakan, mengembangkan, dan menempatkan kader-kader birokrasi terbaik," katanya.


Grengseng meminta seluruh kepala perangkat daerah menjadi mentor bagi pegawai di lingkungan masing-masing. Menurutnya, komitmen yang ditandatangani tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus melahirkan perubahan budaya kerja di setiap organisasi.


"Komitmen yang kita tanda tangani hari ini harus berdampak pada ekosistem kerja. Saya minta seluruh kepala perangkat daerah menjadi mentor dan penggerak utama dalam mengidentifikasi, mengawal, serta membina talenta-talenta unggul di lingkungan kerja masing-masing," tegasnya.


Ia juga mengingatkan agar aparatur tidak lagi menciptakan jarak dengan masyarakat. Melalui Gerakan Aparat Sapa Warga, ASN diminta lebih aktif turun ke lapangan untuk mendengar aspirasi dan menyelesaikan persoalan warga secara langsung.


"Saya ingin seluruh aparatur pemerintah menghilangkan pembatas yang kaku dengan masyarakat. Dengarkan keluh kesah warga, serap aspirasinya, dan berikan solusi nyata. Keberhasilan reformasi birokrasi tidak diukur dari tumpukan laporan, tetapi dari seberapa aman, nyaman, dan sejahtera masyarakat yang kita layani," ujarnya.


Kepala BKPSDM Kabupaten Magelang, Ari Handoko menjelaskan pembangunan Manajemen Talenta ASN merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.


Program tersebut juga menjadi bagian dari misi kedua Bupati dan Wakil Bupati Magelang dalam mempercepat tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.


Ari mengungkapkan, pembangunan sistem Manajemen Talenta ASN di Kabupaten Magelang telah mencapai sekitar 90 persen. Berbagai tahapan telah diselesaikan, mulai dari penyusunan peta jabatan dan profil jabatan, pemetaan kompetensi dan potensi ASN, penguatan sistem informasi kepegawaian, penyusunan talent pool, hingga penguatan regulasi melalui peraturan bupati dan surat edaran.


Menurutnya, penandatanganan komitmen bersama seluruh kepala perangkat daerah menjadi bukti keseriusan Pemkab Magelang dalam menerapkan sistem merit secara konsisten. Komitmen tersebut meliputi dukungan terhadap seluruh tahapan manajemen talenta, penyediaan data kepegawaian yang akurat, pengembangan kompetensi ASN, hingga pembentukan budaya kerja yang berorientasi pada kinerja, integritas, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan.


Komitmen itu akan menjadi bagian dari materi yang dipaparkan Bupati Magelang bersama tim pada Ekspos Kesiapan Manajemen Talenta di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta pada 15 Juli 2026. 


Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang menargetkan lahirnya birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis sistem merit untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

FORKAB Kabupaten Magelang 2026 resmi dibuka! Semangat sportivitas, kebersamaan memenuhi GOR Pakubumi, Sabtu (4/7/2926). Di balik serunya pertandingan, ajang ini juga menjadi seleksi bagi para pegiat olahraga masyarakat terbaik Kabupaten Magelang untuk melaju ke Festival Olahraga Daerah (FORDA) Jawa Tengah hingga Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS). 💪✨

♬ original sound - kominfomagelang