BERITAMAGELANG.ID - Komoditas Temulawak sebagai tanaman bahan baku pembuatan jamu, cukup menarik minat para petani di Desa Kalirejo Salaman.
Salah satu pengolah tanaman jamu Temulawak di Dusun Kobar Satu, Desa Kalirejo Kecamatan Salaman, Jaetun, mengatakan, dirinya sudah 20 tahun menggeluti pengolahan Temulawak.
Namun sebatas pengolahan awal, yaitu mulai dari perajangan umbi Temulawak hingga penjemuran.
"Terdapat dua jenis pengeringan Temulawak, dengan cara dijemur di bawah sinar Matahari, atau di-oven," ujar Jaetun.
Harga temulawak yang di-oven Rp 7.000 per kilogram, sementara yang dijemur matahari Rp 6.000 per kilogram.
Setelah kering, rajangan Temulawak tersebut akan disetorkan ke pabrik jamu di Purworejo, untuk diolah menjadi beragam jamu.
"Khasiatnya bagus untuk nafsu makan, memelihara kondisi liver dan lain-lain. Dari dulu setor Temulawak rajangan kering ke Purworejo, karena di Magelang tidak ada permintaan," ungkapnya.
Sekdes Kalirejo, Solikhin, menuturkan, di wilayahnya terdapat banyak warga yang melakukan kegiatan perajangan dan pengeringan Temulawak, dan terdapat lima pengepul bahan baku jamu tersebut.
"Potensinya sangat bagus di sini, Temulawak tumbuh baik di bawah pepohonan di perbukitan.
Selain itu juga terdapat potensi lainnya, seperti Kambing Etawa, yang berkembang dengan baik di Desa Kalirejo," kata Solikhin.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar