BERITAMAGELANG.ID - Dinamika unik terjadi di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Magelang, yaitu ada delapan pasangan suami-istri tercatat mendaftar sebagai calon kepala desa.
Kepala Dispermades Kabupaten Magelang, Margono menyebutkan, pasangan suami-istri itu tersebar di sejumlah desa, di antaranya Balekerto dan Mangli di Kecamatan Kaliangkrik, Sidomulyo di Kecamatan Secang, Keditan dan Bandungrejo di Kecamatan Ngablak, Pringombo di Kecamatan Tempuran, Gunungsari di Kecamatan Windusari, serta Mejing di Kecamatan Candimulyo.
"Semua sudah siap menggelar Pilkades sesuai ketentuan," kata Margono usai menghadiri Deklarasi Pilkades Damai, di ruang CCR Komplek Kantor Setda Kabupaten Magelang, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, minimnya warga yang bersedia maju disebut menjadi salah satu alasan munculnya pasangan suami-istri dalam kontestasi tingkat desa tersebut.
Salah satu pasangan yang mengikuti kontestasi tersebut adalah Karyadi (47) dan istrinya, Sri Angreni (43) yang mencalonkan diri sebagai kades Keditan Kecamatan Ngablak. Karyadi mengatakan, keputusannya mengajak sang istri maju berawal dari dorongan sejumlah tokoh masyarakat yang menginginkan proses Pilkades tetap berjalan.
"Pertimbangannya dari beberapa tokoh masyarakat. Karena warga belum ada yang mau mencalonkan diri, akhirnya saya ikut agar proses Pilkades tetap berjalan dan tidak sampai mengalami kemunduran," ungkap Karyadi.
Bagi Karyadi, pencalonan kali ini bukan pengalaman pertama. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti kontestasi kepala desa. Pada pencalonan sebelumnya, ia pernah menghadapi kotak kosong dan bersaing dengan calon lain.
Kali ini, ia memutuskan maju bersama istrinya setelah melihat belum banyak warga yang bersedia mencalonkan diri. Sejumlah tokoh masyarakat turut mendorong agar proses pemilihan tetap berlangsung.
"Ya ini sepakat agar Pilkades tetap berjalan aman dan tertib," harapnya.
Sementara, Calon Kades Sri Angreni pun menyatakan telah mempersiapkan diri mengikuti tahapan pencalonan. Keterlibatannya menjadi bagian dari dinamika politik desa yang menarik perhatian, terlebih karena ia dan suaminya sama-sama maju dalam pemilihan.
Menurut Sri Anggraeni, fenomena pasangan suami istri maju ke Pilkades biasa terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa pencalonan kepala desa tidak selalu berangkat dari persaingan politik semata namun juga upaya menjaga kedamaian dan kebutuhan menjaga keberlangsungan proses demokrasi di tingkat desa.
Seperti diketahui, Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Magelang digelar di 49 desa yang tersebar di 16 kecamatan. Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan berlangsung aman, tertib, dan demokratis, tanpa mengorbankan persaudaraan masyarakat akibat perbedaan pilihan.
@kominfomagelang ✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi
♬ original sound kominfomagelang
0 Komentar