BERITAMAGELANG.ID - Hujan deras yang mengguyur pada senin (19/02) siang memicu bencana tanah longsor di lereng Gunung Merbabu. Akibatnya, sebagian rumah milik Dimejo, warga Dusun Sintok, Desa Gantang Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Jawa Tengah rusak dan dua orang mengalami luka-luka.
Kepala Dusun Sintok, Martiyono menjelaskan bencana tanah longsor terjadi secara tiba-tiba yang diduga akibat tanah di sekitar lokasi labil paska hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.45 WIB.
"Kejadian berlangsung sangat cepat disertai suara gemuruh dari material tanah yang menerjang turun dari atas tebing, dua orang yang berada di dalam rumah menjadi korban akibat terdorong material longsoran," ungkap Martiyono kepada beritamagelang.id.
Warga yang menjadi korban dalam musibah tersebut yakni Trimah (43 th) dan kakaknya Wari (62 th). Saat ini Trimah terpaksa dilarikan ke RSUD Muntilan akibat luka serius di bagian punggung sebelah kanan. Sedangkan Wari hanya mendapat perawatan medis di Puskesmas setempat karena mengalami syok dan menderita luka ringan di tangan kirinya.
Salah satu relawan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Magelang yang berada di Sawangan, Irianto Purwadi atau biasa disapa Mbah Jliteng mengungapkan tebing yang longsor setinggi 6 meter dengan panjang mencapai 5 meter menyisakan endapan material tanah di dalam rumah mencapai tinggi hingga 1 meter lebih.
"Kondisi lokasi longsor juga sulit dijangkau oleh kendaraan yang membawa bantuan peralatan maupun logistik," jelas Irianto.
Lebih lanjut Irianto mengatakan demi keamanan untuk sementara waktu pemilik rumah mengungsi ke rumah tetangga yang dianggap aman, mengingat longsor susulan dari sisa tanah tebing yang labil masih mengancam rumah Dimejo jika hujan deras kembali turun.
Warga bersama relawan BPBD, Tim Damkar Kabupaten Magelang, TNI, dan Polri Selasa (20/02) pagi langsung melakukan penanganan dengan bergotong royong membersihkan material longsoran di dalam rumah Dimejo, sementara kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar