Utamakan Keselamatan Pelari, Borobudur Marathon Usai Lebih Cepat

Dilihat 1095 kali
Cuaca terik, panitia menghentikan Borobudur Marathon kategori Full Marathon lebih cepat.

BERITAMAGELANG.ID - Panitia penyelenggara Borobudur Marathon 2023 terpaksa menghentikan jalannya lomba karena terik matahari yang sangat menyengat. Lomba dihentikan pukul 10.30 WIB dari yang seharusnya pada pukul 12.00 WIB.


"Kami mengutamakan keselamatan pelari daripada kemenangan," terang Andreas Kansil, Race Director Borobudur Marathon, kepada wartawan usai pelaksanaan Borobudur Marathon 2023 di Taman Lumbini Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Minggu (19/11/2023).


Kansil menjelaskan, cuaca terik matahari dapat membahayakan keselamatan para pelari. Cuaca dalam satu minggu terakhir ini cukup ektrim sebelum jam 12.


"Dalam indek tampil di alat pengukur cuaca, WBGT ((Wet Blube Globe Temperatur) termometer sudah berwarna hitam. Karena itu diimbau agar lomba yang sedang berlangsung harus dihentikan," ujarnya.


Sebelumnya, pihak panitia juga sudah memberikan sosialisasi terkait cuaca ini kepada peserta. Bahwa cuaca di Magelang bisa ekstrem panas dan lembab. Sejak pukul 9.30 WIB, panitia sudah melakukan monitoring, karena terik matahari benar-benar menyebabkan banyak pelari yang harus mendapatkan pertolongan medis, baik setelah finish maupun saat berada di rute.


Dengan kondisi yang demikian, pihaknya kemudian segera mengimbau kepada semua water station untuk melakukan evakuasi terhadap para pelari.


"Memang  banyak pelari yang masih bersikeras untuk berlari. Namun kemudian mereka menyetujui untuk dievakuasi setelah sampai di water station berikutnya," katanya.


Sementara itu, Medical Director, dr. Andi Kurniawan menambahkan, pihaknya dalam event Borobudur Marathon ini menggunakan parameter atau patokan dengan WBGT dan temperatur kelembaban. Di saat jam 10.30 WIB, kategorinya sudah hitam atau sekitar 33  derajat celcius. Artinya, suhu mencapai 36 derajat celcius, bahkan suhu permukaan sampai 50 derajat celcius dan di-combine dengan kelembaban menghasilkan WBGT 33 derajat celcius. 


Menurut guide line, pertandingan harus dihentikan, pertimbangannya, dari sisi medis adalah pertimbangan keselamatan para peserta dan juga resiko medis.


"Karena cuaca yang terik, menyebabkan banyak pelari harus mendapatkan pertolongan medis," ujarnya.


Andi menyebutkan, karena sudah mengetahui cuaca ektrem saat pelaksanaan Borobudur Marathon, maka timnya menambah jumlah tenaga medis.


Diinformasikan, sekitar 900 pelari terpaksa berhenti di kilometer 31. Sedangkan jumlah peserta full Marathon sekitar 1.700 orang.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar