Akses Terputus, Warga Nekad Lewati Jalan Darurat di Atas Tebing

Dilihat 1508 kali
Warga di Desa Ngargoretno, Salaman nekad melintasi jalan utama yang putus di atas tebing sedalam puluhan meter


BERITAMAGELANG.ID - Akibat tak ada jalur alternatif yang bisa dilalui, warga di perbukitan Menoreh, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terpaksa nekad menggunakan jalan darurat yang berada di atas jurang sedalam puluhan meter.


Kondisi jalan darurat itu terputus sekitar dua pekan lalu, setelah badan jalan aspal yang memiliki lebar 4 meter terseret longsor ke dasar jurang. Menurut warga setempat, semula kondisi jalan hanya retak di tiga titik, tapi saat hujan deras mengguyur, salah satu titik retakan sepanjang 8 meter longsor ke dasar jurang yang merupakan sungai anakan.


Untuk memudahkan aktivitas, warga telah membangun jalan darurat dari bambu sepanjang 9 meter di atas jalan yang longsor tersebut. Sedikitnya 300 jiwa warga desa Ngargoretno mengandalkan jalur berbahaya tersebut untuk akses pendidikan, mencari pakan ternak dan membawa hasil pertanian, karena tak ada jalur terdekat lain yang bisa digunakan.


"Berbahaya namun mau bagaimana lagi, karena tidak ada jalan lain yang bisa dilewati untuk ke ladang dan ke kota kecamatan," ungkap Patman salah satu warga yang ditemui Beritamagelang.id di lokasi.


Tidak hanya menjadi akses ekonomi warga, jalan darurat ini juga merupakan jalur evakuasi yang juga alternatif menuju kawasan Candi Borobudur yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer melintasi perbukitan Menoreh. Meski demikian, kondisi tanah di wilayah tersebut masih labil, sehingga membutuhkan penanganan lebih cermat.


"Kondisi tanah masih bergerak, sehingga BPBD  berupaya mencegah jatuhnya korban jiwa, sementara untuk jalan BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Magelang yang sudah lakukan penelitian di lokasi agar perbaikan lebih cepat," jelas Didik Wahyu Nugroho, Kasi kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang saat dihubungi Beritamagelang.id.


Selain memasang rambu peringatan, untuk penanganan lebih intensif BPBD telah bekerjasama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk lakukan kaji cepat terkait longsor Menoreh.


"Terkait waktunya kita masih menunggu konfirmasi dari PVMBG, mengingat bencana longsor di Jawa Tengah cukup banyak, mungkin belum bisa dalam waktu dekat ini," tutup Didik.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar