BERITAMAGELANG.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang secara resmi menggiatkan program inovatif bernama "Si Penting" atau Strategi Kolaborasi Penanganan Stunting Terintegrasi. Program ini diusung sebagai langkah nyata dalam mewujudkan visi Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera, dengan fokus utama pada misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui program "Sehat Wargane".
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudiyanti, saat menjadi narasumber dalam program Talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Kamis (12/7/2026).
Dirinya menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan sektor kesehatan semata. Penanganannya membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak secara menyeluruh. Menurut data klinis, sektor kesehatan sebenarnya hanya berkontribusi sekitar 30 persen dalam intervensi spesifik, sedangkan 70 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kesehatan yang membutuhkan intervensi sensitif.
"Si Penting dibangun atas kesadaran bersama bahwa penyelesaian stunting harus dilakukan secara kolaboratif. Kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga lini terkecil yaitu keluarga," ujar dr. Lies.
Tujuan akhir dari strategi terintegrasi ini adalah memastikan setiap anak di Kabupaten Magelang mendapat kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan menjadi generasi berkualitas yang bebas dari stunting.
Dalam implementasi program Si Penting, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Magelang memiliki tugas dan fungsi yang saling melengkapi.
"Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan rumah sakit bergerak sebagai ujung tombak pelayanan medis, pemantauan status gizi, deteksi dini, dan tata laksana gizi buruk," lanjut dr. Lies.
Sementara itu, penguatan dari sektor lain dilakukan secara simultan. Dinas Sosial berperan memberikan jaminan perlindungan sosial bagi keluarga miskin atau berisiko stunting. Dinas Pertanian dan Pangan mendorong pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan mandiri. Dinas Peternakan dan Perikanan berfokus pada pemenuhan target konsumsi protein hewani masyarakat.
"Dukungan lingkungan juga diperkuat oleh Dinas Lingkungan Hidup melalui perbaikan sanitasi dan pengelolaan sampah guna mencegah penyakit infeksi pada balita," terangnya.
Di tingkat akar rumput, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menggerakkan pemerintah desa untuk mengintegrasikan anggaran dana desa, didukung oleh Dinas Kominfo yang bertugas menyebarluaskan literasi dan informasi edukatif yang akurat.
Gerakan ini juga disokong penuh oleh Bapperida, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Penggerak PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para kader kesehatan di lapangan.
Strategi Si Penting mengutamakan langkah preventif (pencegahan) daripada pengobatan. Oleh karena itu, sasaran program ini diperluas secara berjenjang, mulai dari remaja putri (melalui pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia), calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia 0-59 bulan.
"Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan telah menentukan pilot project atau lokus program jangka pendek yang bertempat di Desa Krinjing, Kecamatan Secang," ungkapnya.
Target jangka menengah program ini adalah mereplikasi keberhasilan ke seluruh desa di Kecamatan Secang, dan jangka panjangnya akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.
Guna menyukseskan gerakan ini, masyarakat, khususnya ibu hamil, diimbau aktif mengakses fasilitas kesehatan secara gratis di Puskesmas terdekat. Berbagai layanan pro-pencegahan stunting yang telah disediakan pemerintah daerah meliputi:
- Pemeriksaan kehamilan rutin dan pemeriksaan USG gratis (pada trimester pertama dan ketiga).
- Pemeriksaan laboratorium lengkap, meliputi cek hemoglobin (HB), protein urin, serta tes triple eliminasi (bebas HIV, Sifilis, dan Hepatitis).
- Konsultasi gizi komprehensif dan pemeriksaan kesehatan gigi untuk mencegah infeksi sistemik selama masa kehamilan.
- Pemberian suplemen makanan, tablet tambah darah, serta pembagian Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
- Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bayi baru lahir untuk mendeteksi potensi kelainan bawaan sejak dini.
"Meski kolaborasi pemerintah telah berjalan kuat, peran terbesar tetap berada di tangan keluarga," tegasnya.
Kesadaran orang tua dalam memberikan pola asuh yang baik, pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 hari pertama kehidupan, kelengkapan imunisasi, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai stunting secara berkelanjutan di Kabupaten Magelang.
@kominfomagelang 📢 Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Ketentuan di Bidang Cukai Dinas Perdagangan, Koperasi & UKM Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai pada Kamis, 9 Juli 2026. Materi yang dibahas meliputi: ✅ Pengertian, fungsi, dan jenis Barang Kena Cukai (BKC) ✅ Cara membedakan rokok resmi dan rokok ilegal ✅ Aturan distribusi, penjualan, dan penyimpanan minuman beralkohol Kegiatan ini diikuti oleh Satlinmas, Babinsa, dan perangkat Desa Borobudur sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta pengawasan terhadap peredaran Barang Kena Cukai. 🚫 Bersama hentikan peredaran barang ilegal demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat. #GempurRokokIlegal #Cukai #magelang #Borobudur ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar