BERITAMAGELANG.ID - Penyakit campak kembali menjadi perhatian serius bagi kesehatan anak-anak. Campak bukan sekadar infeksi biasa, melainkan penyakit yang sangat menular dan berpotensi menyebabkan komplikasi berat jika tidak ditangani dengan tepat.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang kembali mengintai anak-anak. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus ini dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan dapat memicu komplikasi serius hingga mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.
Hal tersebut diungkapkan dr. Resa Gratya, Sp.A, M.Kes., Spesialis Anak dari RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang saat menjadi narasumber dalam program talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Jumat ( 24/4/2026).
Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 9 hingga 18 orang lainnya di sekitarnya. Gejala awal campak sering kali menyerupai flu, seperti demam tinggi hingga 40ðC, batuk, pilek, serta mata merah dan berair.
Namun, ciri utama yang harus diwaspadai adalah munculnya ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh dalam beberapa hari. Virus ini menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin dan mampu bertahan di udara selama kurang lebih dua jam.
"Hal ini membuat tempat-tempat keramaian seperti sekolah dan taman bermain menjadi lokasi yang sangat rentan untuk penularan," ungkap dr. Resa.
Dokter Resa juga membantah mitos bahwa campak adalah penyakit ringan pada anak. Tanpa perawatan yang memadai, penderita dapat mengalami komplikasi berat seperti:
Pneumonia: Infeksi paru-paru yang merupakan penyebab utama kematian pada kasus campak.
Ensefalitis: Radang otak yang berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.
Diare Berat: Kondisi yang memicu dehidrasi parah.
Hingga saat ini, vaksinasi campak (MMR) tetap menjadi cara paling efektif untuk melindungi anak. Data medis menunjukkan, vaksinasi memberikan perlindungan hingga 97 persen dan membantu menciptakan imunitas kelompok (herd immunity).
"Sesudah vaksinasi, tubuh anak menjadi siap melawan virus. Ini adalah langkah terbaik untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan ceria," tambah dr. Resa.
Para orang tua diingatkan untuk segera memeriksakan buah hati ke dokter jika demam tinggi terus berlanjut lebih dari tiga hari atau jika anak menunjukkan gejala sesak napas dan sangat lemas. Pencegahan dini melalui imunisasi lengkap adalah kunci untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan bebas dari wabah campak.
0 Komentar