AIHSP Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Inklusi

Dilihat 1406 kali
VAKSINASI. AIHSP gandeng Save The Children dan Migran Care, Program Percepatan Vaksinasi di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children dan Migrant Care mendukung program Pemerintah dalam hal percepatan vaksinasi COVDI-19 Inklusif dengan sasaran utama masyarakat kelompok rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Untuk wilayah Kabupten Magelang, pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, pada Selasa (13/12/2022).

Progam Officer Kabupaten Magelang dari Migran Care, Tri Widyanto, mengatakan, untuk di Jawa Tengah, program tersebut dilaksanakan di Kabupaten Pati, Sragen, Magelang, Cilacap, dan Kota Pekalongan dengan target capaian 138.947 suntikan.

"Hari ini target suntikan sebanyak-banyaknya, Dengan sasaran Lansia, Disabilitas, kelompok rentan lainnya. Kenapa wilayah Kabupaten Magelang ditunjuk dikarenakan capaian nasionalnya rendah terutama Vaksin Booster," ucap Tri Widyanto.

Tri Widyanto, mengatakan, program tersebut dilaksanakan sejak Juni 2022 sampai Maret 2023 yang seharusnya Desember 2022 selesai karena animo banyak dan target belum tercapai

"Per Kabupaten 27 ribu target suntikan. Kuota Wilayah tambah Jogja, Bali, Sulawesi. Untuk wilayah Magelang delapan titik berbeda. Yang sudah terlaksana baru dua ribu suntikan," papar Tri Widyanto.

Dirinya menjelaskan, lembaga mitra bisa ikut mempercepat vaksinasi. Mitra di Magelang diantaranya adalaglh, Aisyah, PKK milineal, EKASUKA, LIDI (disabilitas), PKD AC, yang tidak menutup kemungkinan mitra lain bisa bergabung untuk percepatan vaksinasi di Magelang. 

"Program ini merupakan kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children dan Migrant Care, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas, Pemerintah Desa dan mitra lokal dari lembaga guna melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 inklusif di daerah yang ditunjuk," ungkap Tri Widyanto.

Kendati demikian program ini bukan tanpa kendala, salah satu kendala di beberapa wilayah animo warga kurang. Bahkan terdapat penolakan vaksin masyarakat tertentu.

"Sampai Maret target 27 ribu harus selesai. Tergantung stok vaksin. Oleh karenanya melalui mitra bisa membantu koordinir di wilayahnya," harap Tri Widyanto.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar