BKKBN Optimis Tekan Stunting Hingga 14 Persen

Dilihat 1237 kali
Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP serahkan secara simbolis banguan kendaraan operasional Penyuluh Keluarga Berencana kepada Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB)

BERITAMAGELANG.ID - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, remaja dan masyarakat terhadap Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting dengan integrasi edukasi secara efektif, konvergen dan terintegrasi melalui komitmen penentu kebijakan (Stakeholders) dan pemangku kepentingan (mitra kerja) dengan melibatkan lintas sektor di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Road Show Sosialisasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting dalam rangka Peringatan Hari Ibu Tahun 2023 di Kabupaten Magelang, bertempat di Gedung Pertemuan Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kota Mungkid, Sabtu 23/12/2023.

Kegiatan tersebut guna meningkatkan pemahaman keluarga tentang Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta meningkatkan pemahaman remaja tentang informasi penyiapan kehidupan berkeluarga sekaligus meningkatkan pembinaan keluarga yang memiliki baduta tentang pengasuhan 1000 HPK dalam Percepatan Penurunan Stunting di kelompok BKB.

"Kita ingin tingkatkan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan penyelenggaraan percepatan Penurunan Stunting, selain itu juga meningkatkan peran aktif pemangku kepentingan/mitra kerja dalam proses advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, dan penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting," kata Hasto wardoyo, Kepala BKKBN RI saat memberikan pemaparan.

Bagi Hasto, percepatan penurunan stunting sangat penting mengingat pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Generasi Emas pada 2045, saat negeri ini mencapai usia 100 tahun. Menurutnya Stunting menjadi persoalan besar yang harus segera ditangani demi menciptakan generasi yang berkualitas pada 2045.

"Di Kabupaten Magelang ini saya optimis di 2024 dapat menurunkan masalah stunting hingga 14 persen seperti yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo," katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi memberikan apresiasi terkait acara tersbut. Menurut Nanda dari segi pengganggaran, APBD Kabupaten Magelang sudah sangat berpihak kepada program percepatan penurunan stunting.

"Capaian BOKB Tahun 2023 sebesar 90% dan Capaian DAK Fisik Tahun 2023 lunas seluruhnya 100%. Selain bersumber dari BOKB, Program Bangga Kencana dan Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Magelang yang berada pada Dinsos PPKB PPPA juga dibiayai dari APBD Kabupaten Magelang dan DIPA Satker Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah serta dari CSR," kata Nanda.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan berdasarkan data SSGI Tahun 2022 Kabupaten Magelang, prevalensi stunting di angka 28,2%. Untuk itu berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang salah satunya dengan melaksanakan konvergensi percepatan penurunan stunting secara pentahelix dengan melibatkan Pemerintah, Swasta/Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, Media dan Masyarakat.

"Mengingat pentingnya acara ini, untuk itu kami melibatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Magelang, Penyuluh Keluarga Berencana se-Kabupaten Magelang dan Perwakilan Tim Pendamping Keluarga se-Kabupaten Magelang yang berasal dari Unsur Tim Penggerak PKK, Bidan/Petugas Kesehatan, dan PPKBD/Sub PPKBD untuk menjadi peserta," kata Bela

Dirinya mengatakan, dengan sinergitas dan kolaborasi yang yang baik yang dibangun oleh Tim Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting dapat dilaksanakan secara optimal.

Dalam kesempatan itu juga turut diserahkan bantuan 22 Kendaraan Operasional untuk Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari BKKBN RI yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP kepada Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) Hamid Rifai.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar