Bupati Magelang Raih Penghargaan Pengurangan Resiko Bencana

Dilihat 2151 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas komitmen pengurangan resiko bencana. Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati bulan pengurangan resiko bencana internasional setiap 13 Oktober.


Menurut Zaenal, keberhasilannya mengurangi resiko bencana di Kabupaten Magelang merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, relawan, TNI, Polri, serta peran serta aktif masyarakat.


"Saudara-saudara kita inilah yang bekerja dengan keras, cepat, dan tepat dalam membantu sesama saat tertimpa bencana alam. Maka piagam penghargaan ini juga untuk kita semuanya yang selama ini telah bergotong-royong untuk mengurangi dampak atau resiko bencana," ujar Zaenal, Rabu (14/10/2020).


Melalui penghargaan tersebut, Zaenal berharap BPBD Kabupaten Magelang terus melakukan perbaikan dan evaluasi dalam menjalankan tugas konstitusinya untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman bencana yang selalu mengintai setiap saat.


"Kita berharap tidak ada bencana di Kabupaten Magelang. Sekalipun ada, paling tidak kita sudah mempersiapkan agar mengurangi resiko baik harta benda maupun korban jiwa," katanya.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto menjelaskan penghargaan tersebut diberikan kepada Bupati Magelang atas komitmen tinggi selama ini dalam hal pengurangan resiko bencana.


"Jadi penghargaan tersebut diberikan kemarin (13/10/2020) di Ruang Soetopo Purwo Nugroho BNPB Jakarta dalam rangka memperingati bulan pengurangan resiko bencana internasional," jelas Edy.


Dari hasil investigasi dan pengamatan, lanjut Edy, BNPB menilai Kepala Daerah sangat peduli dan memiliki komitmen yang tinggi dalam hal pengurangan resiko bencana. Dari data yang telah dihimpun, pada tahun 2019 terdapat sebanyak 629 titik kejadian bencana di wilayah Kabupaten Magelang, yang berasal dari 8 jenis ancaman bencana dan didominasi oleh bencana hidrometeorologi.


"Ketika bencana terjadi dengan angka dan frekuensi yang cukup tinggi serta dengan cakupan luas wilayah yang begitu luas, maka penghargaan ini merupakan suatu bukti bahwa pengurangan resiko bencana di Kabupaten Magelang sudah cukup baik. Namun demikian hal ini jangan sampai membuat kita terlena, tetapi sebagai pecut agar kita lebih semangat dan waspada dalam mengurangi resiko bencana," pungkas Edy.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang