Disparpora Kabupaten Magelang Gelar Pelatihan Ecoprint

Dilihat 1542 kali
Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, menggelar pelatihan batik ecoprint yang diikuti 50 orang Komunitas Pengrajin Batik Ecoprint di Kabupaten Mmagelang. fOTO ALI SUBCHI

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, menggelar pelatihan batik ecoprint yang diikuti 50 orang Komunitas Pengrajin Batik Ecoprint di Kabupaten Magelang. Tujuannya, memberikan edukasi dan mengajarkan teknik pencetakan alami, yakni menggunakan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan.

Harapannya, melalui pelatihan ini dapat menggerakkan ekonomi kreatif, dan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan ketrampilan dan menambah penghasilan bagi masyarakat di Kabupaten Magelang, kata Plt Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, S. Achmad Husein, SE, MM pada Pelatihan Ecoprint tahun 2023 di Pendopo TIC Borobudur, Rabu (24/05/2023).

Nara sumber pada pelatihan Fashion Batik Ecoprint yang diikuti 50 orang pesera berasal dari Komunitas Ecoprint di Kabupaten Magelang tersebut, adalah praktisi Ecoprint Ita Syarifah, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang Sonhaji, Puji Lestari dari Bappeda Kabupaten Magelang serta Ketua DTW Kabupaten Magelang Edward Alfian. Pada pelatihan tersebut, peserta  melakukan praktek untuk membuat batik Ecoprint.

Menurut Achmad Husein, batik ecoprint merupakan salah satu jenis batik yang metode pembuatannya memanfaatkan pewarna alami, yakni dari tanin atau zat warna daun, akar atau batang yang diletakan pada sehelai kain, kemudian kain tersebut direbus. Ecoprint memiliki kelebihan ramah lingkungan, motif sangat bervariasi, unik dan eksklusif, warnanya terkesan sangat natural dan unik, dan memiliki nilai seni tinggi, sehingga nilai jualnya tinggi, serta cocok untuk digunakan di berbagai kegiatan.

Selain pengembangan dan promosi pariwisata, Disparpora Kabupaten Magelang  juga menaungi Industri kreatif, didalamnya termasuk para pelaku usaha ekonomi kreatif, termasuk perajin Batik, menduduki posisi strategis untuk turut andil mengembangkan usaha kreatif, menjadi komoditas yang memiliki daya saing tinggi dalam hal ini Perajin Batik.

Untuk itu, upaya-upaya pengembangan sektor usaha ini, tentunya sejalan dengan fungsi Ekonomi Kreatif yang ada, dengan melakukan pembinaan seni kerajinan sebagai warisan budaya bangsa, dengan nilai cita rasa dan perwujudan keanekaragaman etnik yang ada di Tanah Air, serta memberikan kesempatan berusaha dan sumber pendapatan bagi masyarakat, dan meningkatkan kontribusi industri kerajinan dalam pembangunan nasional dan daerah.

Sedangkan Komunitas Ecoprint Kabupaten Magelang, terus melakukan inovasi dalam seni tekstil, desain fashion, dan bisa menciptkan karya baru yang belum pernah ada di Kabupaten Magelang. "Pelatihan ini, sebagai upaya untuk mengembangkan ketrampilan seni, sehingga ini sangat bermanfaat khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif yang tertarik pada bidang Fashion," tambahnya.

"Kita harus mau mengakui bahwa kita masih harus banyak belajar dan mengembangkan diri, dalam memajukan perkembangan industri kerajinan batik mulai dari meningkatkan kreativitas, kualitas, inovasi, hingga aspek publikasi dan pemasaran," lanjutnya.

Artinya, penguatan kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas akan lebih baik jika dapat didukung dengan keterampilan, strategi, dan kemampuan teknis publikasi secara digital atau online, untuk dapat menghasilkan keluaran yang optimal. Selain meningkatkan daya saing produk, para perajin batik harus mau untuk mulai mengembangkan kapasitas diri, guna menjangkau pasar yang lebih luas melalui e-market yang saat ini lebih diminati karena dinilai lebih mudah diakses.

Diharapkan, para peserta mampu memanfaatkan secara optimal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh para narasumber, yang merupakan anak-anak muda kreatif dari Kabupaten Magelang. Peserta agar memahami dan melakukan praktek secara optimal, untuk dapat membuat batik ecoprint ini secara baik dan benar, sekaligus bernilai seni untuk masuk dalam dunia persaingan batik di tanah air.

Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Magelang, Zumrotun N Rini S.E melaporlan, pelatihan bertujuan untuk mengajarkan teknik pencetakan alami menggunakan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan. Pelatihan Ecoprint terkait  pemahaman tentang jenis-jenis tumbuhan, dan bahan organik, sehingga peserta akan menggunakan bahan-bahan alami untuk diproduksi untuk mengurangi limbah dan polusi Ecoprint adalah proses pencetakan atau pewarnaan tekstil yang menggunakan tumbuhan, dedaunan, bunga, atau bagian tanaman lainnya untuk menciptakan pola atau gambar pada kain.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan ketrampilan seni, sehingga ini sangat bermanfaat khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif yang tertarik pada bidang Feshion. Selain itu, pelatihan ini juga relevan bagi mereka yang peduli dengan praktik berkelanjutan dan ingin mengurangi dampak negatif pada lingkungan, dan juga dapat menjadi peluang usaha dan menambah penghasilan.

Menggerakkan ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan ketrampilan; dan menambah penghasilan. Kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar, menggunakan anggaran APBD Kabupaten Magelang tahun 2023.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar