Jateng Berselawat Dukung Netralitas ASN Pada Pemilu 2024

Dilihat 815 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menghadiri kegiatan Jawa Tengah Bersholawat menghadirkan Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor (Gus Azmi) dalam rangka Integritas Korpri Dukung Netralitas Untuk Pemilu 2024 di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, Jum'at (17/11/2023) malam.


Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam sambutannya menyampaikan, agama islam dalam menjalankan ibadah banyak memberikan peluang kebaikan bagi seluruh umatnya, termasuk memperbanyak selawat yang diselenggarakan pada malam hari ini. 


"Dengan selawat, kita diberikan hidup lebih berkah, dilancarkan rezekinya, dimudahkan segala urusan-urusan dunia, dan harapan serta cita-cita kita, sehingga akan tercapai kebahagian hidup di dunia hingga akherat. Amin," kata Zaenal. 


Lebih lanjut, Zaenal Arifin menjelaskan bahwa pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan bersama menjadi tolok ukur keberhasilan, apabila demokrasi di suatu negara yang menganut paham demokrasi dilaksanakan dengan baik. 


Untuk itu, netralitas merupakan modal penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku penyelenggara Pemerintahan Netralitas ASN yang refleksi atas penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. 


Melalui momentum Jateng Berselawat ini, Zaenal berharap agar dimaknai sebagai peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, perbedaan pendapat dan keyakinan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara tanpa ada pelanggaran HAM, penistaan agama, ujaran kebencian, dan lain sebagainya.


"Mari kita semua sukseskan Pemilihan Umum Tahun 2024 dengan mematuhi dan mengikuti peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, sehingga setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu dari awal hingga akhir nanti dapat berlangsung dengan tertib, aman dan damai serta bermartabat,” tutup Zaenal Arifin. 


Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan, ASN harus bisa menjadi suri tauladan yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad bahwasanya Rasulullah,” kata Nana Sudjana.


Nana Sudjana mengimbau kepada ASN agar menggunakan media sosial secara bijak, sehingga jangan sampai ASN terprovokasi dan terjebak ikut menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian (hate speech), atau menunjukkan kecenderungan memihak salah satu peserta Pemilu.


Dalam upaya menjaga netralitas, ASN dilarang melakukan foto bersama dengan peserta Pemilu dengan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang menunjukkan keberpihakan mengunggah, menanggapi, dan menyebarluaskan gambar, foto, video peserta Pemilu.


"Apalagi menjadi narasumber pertemuan partai politik yang mengarah pada kampanye, menghadiri deklarasi/rapat konsolidasi, dan sejenisnya menggunakan atribut peserta Pemilu, serta tindakan-tindakan keberpihakan lainnya," pesan Nana Sudjana.


Ia berharap, ASN di Jawa Tengah benar-benar menaati semua aturan tersebut, karena kalau diketahui melanggar, akan dikenakan hukuman disiplin, sesuai jenis pelanggarannya, bisa sedang, bisa juga berat.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar