Bank Sampah Sekar Olah Limbah Daun Kering Jadi Briket

Dilihat 5138 kali
BRIKET DAUN - Warga Dusun Ketawang, Desa Banjarejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah manfaatkan limbah daun cengkeh menjadi briket untuk keperluan masak sehari-hari warga lereng Gunung Sumbing.

BERITAMAGELANG.ID - Sering mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji (gas melon), membuat warga lereng Gunung Sumbing di Dusun Ketawan, Desa Banjarejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah harus melakukan inovasi agar dapur tetap 'ngebul'. Menghadapi kesulitan tersebut, warga yang mayoritas kaum perempuan dan tergabung dalam kelompok Bank Sampah SEKAR, memanfaatkan limbah daun kering menjadi briket.


"Ide awalnya,  warga yang sering kesulitan mendapatkan gas elpiji, membuat anggota kelompok Bank Sampah SEKAR membuat briket dari daun kering, terutama daun cengkeh yang banyak berguguran, setelah dicoba membuat briket atau arang, hasilnya tidak kalah dengan arang kayu," ungkap Ketua Kelompok Bank Sampah SEKAR, Istiqomah saat ditemui BeritaMagelang.id, Kamis (07/03).


Melimpahnya daun kering di pekarangan warga yang berserakan, lanjut Istiqomah, terutama daun cengkeh, membuat anggota kelompok Bank Sampah berfikir bagaimana cara mengelola sampah organik tersebut. Jika daun yang kering dibakar, justru mengganggu lingkungan dan membahayakan karena bisa menyebabkan kebakaran hutan.


"Beberapa kali kami melakukan uji coba, dan akhirnya berhasil," ujarnya senang.


Cara membuat briket ini, daun yang sudah dikumpulkan terlebih dahulu dikeringkan, kemudian dibakar dan setelah hangus, daun-daun tersebut ditumbuk menggunakan lumpang, setelah daun ditumbuk lembut, kemudian diaduk menggunakan tepung tapioka yang sudah diberi air.

Perbandingan antara jumlah daun yang sudah halus dengan tepung tapioka adalah 1:5. Artinya, satu kilogram tepung tapioca membutuhkan lima kilogram daun kering yang sudah ditumbuk halus. Setelah dicampur, adonan dicetak menggunakan potongan bambu yang berbentuk kolong.


"Ya, seperti orang membuat kue putu itulah, dicetak menggunakan kolong bambu. Setelah cetakan selesai, lalu dikeringkan di panas matahari hingga bener-benar keras. Pengeringan antara dua hingga tiga hari, tergantung panas matahari," tambah pendamping Kelompok Bank Sampah Kecamatan Kaliangkrik, Listiyati.


Inovasi warga membuat briket, sambung Listiyati, karena melimpahnya sampah organik yang ada di lingkungan sekitar. Hasil uji coba briket dari daun kering ini ternyata luar biasa. 


"Dusun Ketawang kan berada di lereng Gunung Sumbing, dengan suhu udara sangat dingin, maka dengan penemuan briket dari daun ini, jelas dapat membantu warga. Selain bisa untuk masak, briket hasil karya warga ini bisa untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin," tutup Listiyati.


Jumlah warga Dusun Ketawang sebanyak 350 jiwa dari 150 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas adalah petani ladang dan sayuran. Dari 150 KK tersebut, terdapat 146 orang yang menjadi anggota Kelompok Bank Sampah SEKAR. Itu artinya, hampir semua warga sudah aktif dan sadar terhadap sampah, karena membuang sampah di sembarang tempat, bisa menimbulkan dampak lingkungan yang kurang baik.


Kepala Desa Banjarejo, Ghinan Nafsi menyebutkan, kelompok pengelolaan sampah organik maupun non organik sangat penting keberadaannya, terlebih bagi warga di daerah pengunungan.


"Kalau warga pegunungan membuang sampah sembarangan, jelas bisa menimbulkan banjir di hilir," jelasnya.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Sri Murni Ediyanti mengatakan, inovasi yang dilakukan kelompk Bank Sampah merupakan kreasi yang harus mendapat perhatian.


"Untuk itu, DLH terus melakukan pembinaan terhadap mereka yang melakukan inovasi atau kreasi," ujar Sri Murni.


Sementara di kesempatan lain, Pejabat sementara Bupati Magelang, Tavip Supriyanto mengapresiasi temuan warga yang membuat briket dari daun cengkeh tersebut. 


"Maka inovasi warga ini harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam memasak karena faktanya limbah juga bisa dimanfaatkan. Akan kami tindak lanjuti temuan warga yang membuat briket dari daun kering tersebut," kata Tavip saat ditemui wartawan, Selasa (06/03). 


Editor Fany Rachma

2 Komentar

Rudy Soegiarto sp 10 Juni 2018 22:00
Bila mn butuh daun kering bisa psn dikm083806448511 wa 089514114354sms mhn bls ke wa sy barang kali sy bisa jual daun2 kering saya
Rudy Soegiarto sp 10 Juni 2018 21:59
Bila mn butuh daun kering bisa psn dikm083806448511 wa 089514114354sms

Tambahkan Komentar