Kubis Ngablak Diminati Konsumen Luar Daerah

Dilihat 3996 kali
Petani memanen komoditas pertanian sayur kubis di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang
BERITAMAGELANG.ID - Komoditas pertanian di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang sangat beragam. Hamparan lahan di lereng Gunung Merbabu ini memang sangat subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman sayuran. Salah satunya adalah kubis yang cukup banyak ditanam para petani di wilayah ini.

Salah satu petani Dusun Sucen, Desa/Kecamatan Ngablak, Purwoko (33) mengaku bulan lalu harga kubis boleh dibilang rendah. Namun saat diterapkannya PPKM Darurat, sayuran jenis ini makin diminati konsumen, bahkan hingga luar daerah.

"Saat ini harga kubis sekitar Rp2.000 per kilogram. Sedikit ada kenaikan dibanding bulan lalu di kisaran Rp1.500 per kilogramnya. Namun pesanan dari luar daerah kini cukup tinggi," ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Lelaki yang akrab dipanggil Woko ini mengatakan di wilayah Ngablak ada dua jenis kubis yang ditanam petani. Yaitu kubis jenis Grand 11 dengan umur 75 hari sejak tanam bisa dipanen. Jenis lainnya adalah kubis Batu dengan umur 90 hari panen.

"Secara kualitas tidak ada perbedaan, hanya umur dipanen yang berbeda," terang Woko.

Namun, masing-masing petani menanamnya menurut selera. Rata-rata bertujuan agar panennya berselang hari dengan waktu tanam yang bersamaan.

Ditanya mengenai asal pembeli, Woko mengaku kebanyakan perantara berasal dari luar daerah. Seperti Yogyakarta, Solo, Boyolali, Salatiga, bahkan ada yang dari daerah Jawa Timur seperti Ngawi dan Pacitan.

"Ada perantara yang mengambil langsung ke petani di sini, ada pula yang minta dikirim ke alamat pemesan," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang