Masa Tanggap Darurat Bencana Merapi Kembali Diperpanjang

Dilihat 2922 kali
Bupati Magelang Zaenal Arifin

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang memperpanjang lagi status tanggap darurat bencana Gunung Merapi. Perpanjangan berlaku mulai 1 hingga 15 Januari 2020. Perpanjangan tanggap darurat karena status Merapi yang sampai saat ini masih belum berubah yaitu Siaga.


Bupati Magelang Zainal Arifin mengemukakan, pihaknya kembali memperpanjang masa tanggap darurat karena rekomendasi dari Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, sampai saat ini masih belum berubah. 


“Status Merapi masih di level III atau Siaga. Sehingga Pemkab memutuskan untuk memperpanjang kembali masa tanggap darurat," ujar Zaenal saat ditemui di rumah dinasnya.


Bupati menambahkan, pihaknya masih akan terus mengikuti rekomendasi dari BPPTKG karena masa tanggap darurat ini bertujuan memberikan perlindungan kepada warga terutama yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Perpanjangan ini sudah dilakukan untuk yang keempat kalinya.


Pengungsi yang memilih pulang kembali ke rumahnya yang berada di Kawasan Rawan Bencana, Bupati menyampaikan bahwa mereka pulang karena kangen dengan rumahnya. Namun demikian, tentunya masyarakat sudah tahu dan sadar, selama ini hidup berdampingan dengan kondisi yang suatu saat mengancam. 


“Jadi ketika mereka pulang mereka juga sudah siap untuk mengungsi kembali bila sewaktu-waktu harus mengungsi," ujarnya.


Bupati hanya mengimbau agar warga terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati. 


“Kita juga sudah memiliki kontak-kontak warga sehingga ketika harus mengungsi kemana, maka pemerintah mudah menghubungi mereka. Semoga tidak terjadi bencana," kata Bupati.


Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menyampaikan, jumlah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian saat ini berjumlah 239 orang. Mereka menempati dua titik lokasi pengungsian. Mereka berasal dari Dusun Babadan 2 Desa Paten sebanyak 120 jiwa dan menempati gedung TEA Desa Mertoyudan. Sedangkan sisanya berasal dari Dusun Pugeran, Trayem dan Trono Desa Krinjing. Mereka saat ini masih menempati Balai desa Deyangan Mertoyudan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang