Menarik, Puluhan Anak Disabilitas Membatik Tema Waisak

Dilihat 1077 kali
Puluhan anak berkebutuhan khusus belajar membatik di bertema Waisak 2024 di Taman Anggrek Mendut Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Komunitas mobil tua VW Tour Borobudur menggelar pendampingan dan pelatihan membatik kepada puluhan penyandang disabilitas Yayasan Swadaya Bunda Borobudur di Pendopo Taman Anggrek Bojong Mendut Kabupaten Magelang Jumat (17/05/2024).

Uniknya pelatihan membatik tulis itu mengangkat tema khusus, toleransi Perayaan Suci Waisak 2567 BE/2024.

Penylenggara kegiatan membatik Apollo Widhiatmoko mengatakan, pelatihan membatik ini memiliki makna penting tentang pelajaran toleransi bagi penyandang disabilitas. Adapun untuk tema berkarya sesuai imajinasi mereka tentang Waisak. Hal itu karena bertepatan dengan momentum menjelang Waisak Mei 2024.

"Sehingga bisa dilihat hasilnya ada gambar stupa itulah yang tersirat dibenak mereka masing masing. Selain mendidik kita juga mengajarkan hal baik salah satunya toleransi," kata Apollo yang merupakan mengelola Apollo tour VW Borobudur disela sela kegiatan tersebut.

Kegiatan membatik ini juga menjadi sarana berbagi pelaku wisata Borobudur. Anak anak difabel dipilih karena hiruk pikuknya pariwisata kadang lupa membuat lupa ada yang lebih harus diperbuat dan dibantu.  

Kebetulan, lanjutnya kami bekerjasama dengan Swadaya Bunda yang lebih kita pilih adalah kaum tuna grahita yang sudah melewati masa pendidikan sehingga dia kita siapkan untuk bisa mandiri melalui pelatihan sebanyak dan selama mungkin.  

Kegiatan ketrampilan ini menjadi program berkelanjutan yang akan digelar seminggu tiga kali dengan materi beragam mulai dari membatik, dan kedepannya akan melatih beberapa hal lain yang bisa diterapkan bagi keseharian mereka.

"Kita harapkan hanya mengantarkan mereka untuk menjadi mandiri," kata Apollo.

Para peserta terlihat antusias dalam membatik. Mereka sesekali bercanda seraya menggerakan ujung tinta canting diatas kain putih. Aneka motif batik bertemakan Waisak tercipta seperti gambar stupa candi hingga ucapan selamat Waisak.

Ketua Yayasan Swadaya Bunda Borobudur Istining Rahayu mengapresiasi kegiatan membatik ini, karena hal itu sesuai dengan misi sekolah yakni memberdayakan disabilitas. Selama ini Yayasan Swadaya Bunda Borobudur bergerak murni sebagai wadah therapy gratis bagi anak anak berkebtuhan khusus seperti therpy okupasi, visiotherapi, therapi wicara dan lainnya.

Kemudian, lanjut Istiningsih bagi anak yang sudah secara mandiri mampu didik mampu latih pihak yayasan memberikan pelatihan salah satunya membatik, membikin begel, kue dan ketrampilan lain. Maka dengan kreatifitas membatik tulis ini bukan hanya mengasah imajinasi lewat gambar dan kesabaran namun juga melahirkan kepekaan sosial interaktif agar anak anak bisa menghargai perbedaaan, menghargai pemeluk agama lain yang merayakan Hari Raya Waisak.

"Apalagi ini hari raya waisak yang disentralkan di Candi Borobudur tentunya kita harus mengapresiasi oleh anak anak berkebutuhan khusus biar bisa memberikan warna dan ucapan memberikan pesan Selamat Waisak Tahun 2024," ujarnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar