BERITAMAGELANG.ID - Grand opening Pasar Murah Kebon Pring, di Nepak Desa Bulurejo Mertoyudan Magelang, Minggu (12/1), dibuka oleh Camat Mertoyudan Bambang Hermanto, bersama Forkopimcam Mertoyudan.
Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan, banyak tempat wisata baru yang muncul di Kabupaten Magelang, menjadi peluang bagi masyarakat. Termasuk melalui media sosial terkait tempat wisata yang instagramable.
Baru viral intragamable, dulu wisata hanya wisata di Candi Borobudur, gunung atau pantai. Sekarang lebih booming ke kuliner jadul seperti Pasar Murah Kebon Pring ini,â ucap Bambang.
Ada pasar sejenis yang telah buka lebih dulu, yaitu Pasar Watu Gede Bandongan, Pasar Gunung Gono Dukun, Pasar Gemblung di Salam dan Pasar Temon Kajoran.
âPanitia bisa studi banding di sana, agar pasar Murah Kebon Pring ini awet," lanjut Bambang.
Bambang juga berpesan, agar panitia mulai pukul 06.00 WIB pagi harus sudah siap. Ditambah lokasinya yang dekat dengan perkotaan maka pasar berpeluang lebih ramai.
"Tidak lupa pemerataan dan keadilan bagi penjual, semua dirembug baik-baik agar tetap kompak," pesannya.
Sementara itu, mantan Camat Mertoyudan, Wisnu Harjanto, yang saat ini menjabat Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang, mengatakan, sinergi masyarakat, panitia, Pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten dalam mengembangkan wisata sangat diperlukan.
"Saya malu dulu pernah meresmikan pasar sejenis ini di Desa Deyangan, namun tidak lama kemudian bubar. Transparansi keuangan harus jelas, kalau itu tidak jelas pasti tidak akan berlangsung lama. Oleh karenanya semuanya harus saling bersinergi," tegas Wisnu, yang saat itu juga memperkenalkan Gethuk sebagai jajajan khas Desa Bulurejo Mertoyudan.
Kelapa Desa Bulurejo, Agus Budi Santoso sangat bangga dengan adanya Pasar Murah Kebon Pring. Ia berharap pasar ini bisa lebih maju dan lebih banyak penjualnya.
"Saat ini ada 35 pedagang dan pasar ini buka setiap Minggu Kliwon dan Wage. Dan pada pembukaan kali ini sebelum pukul 09.00 WIB makanan sudah banyak yang habis," kata dia.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar