BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan sinergi antara ulama dan umaro sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji dalam kegiatan halakoh dan halal bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Eks Kedu yang diselenggarakan di Pendopo drh. Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (14/4/2026).
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dalam sambutannya menegaskan, ulama dan umaro merupakan dua pilar utama yang memiliki peran saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakat.
"Ulama memiliki peran sebagai penjaga nilai-nilai moral dan spiritual, sementara umaro menjalankan fungsi pemerintahan serta kebijakan publik. Sinergi yang kuat antara keduanya akan menciptakan keseimbangan pembangunan, sehingga masyarakat tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik," ujar Grengseng.
Lebih lanjut ia menyampaikan, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan degradasi moral, kesenjangan ekonomi, hingga dinamika sosial di tengah keberagaman masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang erat antara seluruh elemen, khususnya ulama dan pemerintah, dalam memberikan arah dan solusi yang konstruktif.
Ia berharap forum halakoh ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu menghasilkan pemikiran dan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
Koordinator MUI se-Eks Kedu, Mukhotob Hamzah, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kesetiaan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Ia menyoroti fenomena sosial yang muncul akibat perkembangan teknologi digital, dimana interaksi manusia cenderung berkurang meskipun secara fisik berada dalam keramaian.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi ulama dan umaro dalam menjaga kualitas hubungan sosial dan spiritual masyarakat.
Ia juga mengingatkan kemajuan teknologi yang saat ini berkembang pesat tidak terlepas dari kontribusi besar peradaban Islam. Salah satunya adalah konsep algoritma yang menjadi dasar dari berbagai teknologi modern, yang diperkenalkan oleh ilmuwan Muslim, Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi.
"Peradaban modern hari ini memiliki akar yang kuat dari pemikiran ilmuwan Muslim. Hal ini menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ungkapnya.
Ketua MUI Kabupaten Magelang, Chamami menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengurus MUI dari berbagai daerah di wilayah Eks Kedu. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai persoalan keumatan yang terus berkembang seiring dinamika zaman.
Ia menyebutkan beberapa isu yang menjadi perhatian bersama, di antaranya pengelolaan zakat yang perlu menyesuaikan dengan perubahan nilai ekonomi, termasuk fluktuasi harga emas sebagai acuan perhitungan. Selain itu, persoalan pembiayaan ibadah haji juga menjadi topik penting yang memerlukan perhatian dan solusi bersama.
"Melalui forum ini diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah bersama dalam menjawab berbagai persoalan umat, sehingga kehadiran ulama dan lembaga keagamaan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Kegiatan halakoh dan halal bihalal ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun komunikasi yang harmonis antara ulama dan umaro. Dengan terjalinnya hubungan yang baik, diharapkan tercipta suasana yang kondusif dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.
Melalui momentum ini, Ia berharap kebersamaan antara ulama dan umaro semakin kokoh dalam membimbing umat, menjaga persatuan, serta memperkuat harmoni sosial di tengah dinamika pembangunan di Kabupaten Magelang.
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta para ulama dan kiai dari wilayah Eks Kedu ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat koordinasi dalam membimbing umat.

0 Komentar