BERITAMAGELANG.ID - Pengelolaan limbah yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Magelang dalam mengembangkan industri hijau. Upaya tersebut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Magelang meraih Juara II kategori Pemerintah Daerah pada ajang Jateng Green Industrial Summit 2026 yang digelar di Amarta Ballroom, Grand Candi Hotel, Semarang, Kamis (23/7/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menerapkan konsep industri yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah, penggunaan bahan baku alami, serta penerapan proses produksi yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh mengatakan, pengelolaan limbah telah menjadi bagian dari pengembangan industri di Kabupaten Magelang. Berbagai pelaku usaha mampu mengubah limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk kreatif dengan nilai jual tinggi.
"Green Industry sudah kami laksanakan secara nyata. Banyak produk industri yang memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi dan bahkan telah memperoleh penghargaan," ujarnya.
Salah satu contohnya adalah limbah kaleng bekas yang diolah menjadi berbagai kerajinan, seperti patung burung merak, ayam, hingga karya seni lainnya. Produk-produk tersebut tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor, termasuk ke Australia.
Selain limbah anorganik, pelaku industri di Kabupaten Magelang juga memanfaatkan limbah organik sebagai bahan baku produk ramah lingkungan. Salah satunya melalui produksi sabun berbahan kulit buah dan dedaunan yang hampir tidak menghasilkan limbah selama proses produksi. Produk tersebut bahkan telah memperoleh penghargaan dari Jepang.
Penerapan industri hijau juga dilakukan pada sektor batik. Sejumlah perajin mulai menggunakan pewarna alami sehingga limbah cair yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. Bahkan sisa hasil produksi masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk sehingga mengurangi potensi pencemaran.
Menurut Siti Zumaroh, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah daerah. Konsep industri hijau telah diintegrasikan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Kabupaten (RIPK) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga pengelolaan limbah menjadi bagian dari strategi pembangunan industri di Kabupaten Magelang.
Wakil Bupati Magelang, Sahid mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong inovasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Tentu kami sangat bangga atas prestasi ini. Pemerintah akan terus berkomitmen mendorong berbagai inovasi agar industri di Kabupaten Magelang semakin ramah lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, pengelolaan limbah dan penerapan industri hijau menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah di masa depan. Menurutnya, industri yang mampu mengolah limbah menjadi sumber daya baru akan lebih menarik bagi investor sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dari 70 peserta yang mengikuti seleksi Jateng Green Industrial Summit 2026, hanya 18 peserta yang lolos hingga tahap akhir penilaian. Kabupaten Magelang menjadi salah satu dari lima pemerintah daerah yang masuk finalis dan berhasil meraih Juara II berkat komitmennya dalam membangun industri hijau berbasis pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular.

@kominfomagelang Sekolah baru, teman baru, semangat baru! 🥳 MPLS di SDN Banyubiru 1, Kecamatan Dukun, berlangsung seru, aman, dan penuh keceriaan. Bunda Literasi Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji, turut memantau langsung jalannya kegiatan. Selamat datang di petualangan baru, adik-adik! 🎒💙 #MPLS2026 #KabupatenMagelang #SekolahRamahAnak #Magelang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar