Bupati Magelang: Wayang Kulit Adalah Warisan Budaya Tak Ternilai

Dilihat 3475 kali
Dalang Ki Susanto Sadewo mementaskan pegelaran wayang kulit lakon Dentawilukrama

BERITAMAGELANG.ID - PEPADI Kabupaten Magelang menggelar halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah dan juga dalam rangka pagelaran rutin malam Minggu Kliwonan di Pendopo Radio Gemilang FM Muntilan Kabupaten Magelang, Sabtu (8/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati diwakili Plt. Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Slamet Ahmad Husein.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Magelang kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah. Minal Aidin Wal Faidzin, Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan dosa baik disengaja ataupun tidak sengaja," ujar Husein saat membacakan sambutan Bupati Magelang. 

Husein mengungkapkan, wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang sungguh tiada ternilai harganya.

"Bahkan telah diakui UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga, di dalamnya sarat dengan ajaran kebajikan, falsafah, sejarah, serta nilai-nilai budi pekerti sebagai seorang manusia," jelasnya. 

Lebih lanjut Husein juga mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang telah sekian lama berdiri kokoh dan tangguh, saat ini tengah diuji dengai berbagai persoalan dan isu-isu disintegritas anak-anak bangsa sebagai imbas dari Pilpres serentak 2019.

"Karena itu bangsa Indonesia membutuhkan sarana pemersatu yang bisa mengembalikan jati diri, kebanggan, dan kebesaran sebagai sebuah bangsa yang besar, bangsa indonesia.

Dan wayang kulit kami pandang sebagai salah satu seni budaya yang bisa mempersatukan anak-anak bangsa agar kembali ke pangkuan ibu pertiwi," imbuhnya.

Pagelaran wayang menghadirkan Dalang Ki Susanto Sadewo dengan lakon Dentawilukrama, yang mengisahkan putra kedua (bungsu) Arya Wibisana dari negara Alengka dengan Dewi Triwati, seorang Hapsari keturunan Sanghyang Taya.

Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Trijata yang menjadi isteri Resi Jembawan dan tinggal di pertapaan Gadamadana. Pada waktu terjadi perang Alengka, negara Alengka diserbu balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Narpati Sugriwa, raja kera kerajaan Gowa Kiskenda, Dentawilikrama masih kecil. Ia tinggal bersama ibunya, Dewi Triwati di kesatrian Antarapura.

Setelah berakhirnya perang Alengka dan ayahnya, Arya Wibisana dinobatkan menjadi raja negara Alengka yang pusat pemerintahannya dipindahkan ke Singgela, Dentawilukrama ditetapkan sebagai putra mahkota kerajaan Singgela.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🚧🇮🇩 TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 resmi dimulai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Selama 30 hari ke depan, TNI bersama Pemkab Magelang, Pemprov Jateng, dan masyarakat akan bergotong royong membangun jalan cor blok sepanjang 500 meter, talud senderan 70 meter, serta menggelar berbagai penyuluhan mulai dari bela negara, kesehatan, hingga bahaya narkoba. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses warga, mendorong perekonomian desa, sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. 💪 Bagaimana pendapatmu tentang program TMMD untuk pembangunan desa? Tulis di kolom komentar! 👇 #Magelang #TMMD #tniindonesia🇮🇩 ♬ original sound - kominfomagelang