Perpustakaan Tanggap Bencana, Hanya Ada di Desa Ngablak

Dilihat 2738 kali
Narasumber BPPTKG, Raditya menyampaikan pendidikan kebencanaan dalam acara Perpustakaan Tanggap Bencana (Pustagana) di lantai 2 Perpustakaan Muda Bhakti Desa Ngablak Srumbung Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/05)

BERITAMAGELANG.ID - Terkait peningkatan aktivitas Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta memberi sosialisasi perkembangan kondisi Merapi bagi warga Desa Ngablak Srumbung Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/05).

Puluhan warga Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berkumpul di lantai 2 Gedung Perpustakaan Desa Muda Bhakti, Desa Ngablak. Mereka menyimak penjelasan terkait perkembangan kondisi Merapi dari BPPTKG Yogyakarta, Raditya Putra. Proses pendidikan kebencanaan ini merupakan bagian dari program Perpusdes Muda Bhakti, yang bertajuk Perpustakaan Tanggap Bencana (Pustagana).

"Pendidikan tentang kebencanaan menjadi hal yang penting untuk diketahui masyarakat sekitar Desa Ngablak. Terlebih lagi, desa ini terletak di Lereng Merapi, dengan jarak dari puncak sekitar 12 km. Pengetahuan tentang gunung berapi menjadi sesuatu yang mahal, mengingat status Merapi saat ini naik di level II (Waspada)," kata Raditya di sela acara.

Desa Ngablak sendiri merupakan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. Untuk itu, perlu pemahaman masyarakat terkait kondisi Merapi.

"Upaya penanggulangan dirasa penting untuk menyikapi status Waspada (Merapi) tersebut," lanjutnya.

Selama ini, Perpusdes Muda Bhakti tidak hanya menjadi tempat untuk membaca buku semata. Kegiatan kemasyarakatan yang lain, juga dilangsungkan di sana. Warga seakan tidak segan berkunjung ke gedung perpustakaan berwarna kuning ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Ngablak, Ahmad Farihin mengapresiasi BPPTKG yang tanggap dengan status Waspada Merapi langsung memberikan sosialisasi pada warga desa setempat.

"Acara ini bertujuan agar masyarakat menjadi warga lingkungan yang siaga bencana," kata Farihin.

Puluhan warga tampak antusias mengikuti acara Pustagana, tidak hanya kalangan orang tua, kelompok pemuda dan Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) nampak terlibat. Bahkan, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana menyempatkan diri hadir secara langsung.

Perpustakaan Muda Bhakti Desa Ngablak, cukup dikenal masyarakat sekitar karena inovasi programnya yang kekinian. Apalagi, baru-baru ini Perpusdes Ngablak ini keluar sebagai Juara I Lomba Perpustakaan Desa tingkat provinsi Jawa Tengah.

"Saat ini kami tengah mempersiapkan diri mewakili Kabupaten Magelang maju lomba Perpustakaan Desa tingkat Nasional," pungkas Endra.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar