Serunya Para Santri Disabilitas Diajak Rafting di Sungai Elo

Dilihat 186 kali
Santri tuli persiapan mengikuti Rafting Sungai Elo.

BERITAMAGELANG.ID - Kegiatan inklusi rafting (arung jeram) bersama disabilitas tuli dan daksa digelar di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Minggu (21/6/2026). Hal ini menjadi bukti nyata wisata air ekstrem yang biasa dilakukan oleh masyarakat umum aman dan sangat mungkin dilakukan oleh teman-teman disabilitas.

Agenda kolaboratif bertajuk "Rafting Bareng Santri Rumah Marhaba dan Yayasan Pendidikan Tuli Magelang (YPTM)" ini menggandeng Dwi Gangga River Camp serta Perkumpulan Operator Arung Jeram Elo Kabupaten Magelang "Berkah Elo".

Sebanyak 50 santri tuli dan lima orang rekan disabilitas daksa ikut langsung mengarungi derasnya Sungai Elo. Tidak hanya mereka, kegiatan ini juga diikuti oleh para relawan (orang dengar) serta orang tua santri yang ikut mendampingi sepanjang kegiatan.

Sebelum memacu adrenalin di sungai, rangkaian acara dimulai dengan kegiatan spiritual yang inklusif. Para peserta mengaji bersama menggunakan Al-Qur'an Isyarat sebagai sarana untuk saling belajar.

Ketua YPTM, Muhammad Beni Sasongko, yang diwawancarai melalui bantuan penerjemah bahasa isyarat menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk menyegarkan kembali pikiran para santri.

"Biasanya anak-anak fokus mengaji Al-Qur'an, jadi kegiatan seperti ini diadakan agar pikiran mereka kembali segar," ujar Beni.

Dalam kesempatan tersebut, Beni juga memberikan tausiyah singkat mengenai olahraga yang disunahkan dalam Islam, seperti memanah yang melatih fokus, berenang untuk menyegarkan badan, dan berkuda untuk melatih kemampuan melihat sasaran. Acara kemudian dilanjutkan dengan fun games, tukar kado, serta sesi berbagi cerita bersama para tamu yang hadir, termasuk rekan dari Yaman.

Ketua Perkumpulan Operator Arung Jeram Elo Kabupaten Magelang "Berkah Elo", Nuryana menyatakan, kolaborasi dengan Rumah Marhaba dan YPTM ini merupakan perdana. Kendati demikian, para pemandu (guide) di Sungai Elo sudah sangat familiar dengan wisatawan disabilitas.

"Informasi mengenai persiapan rafting hari ini sudah kami sosialisasikan ke perkumpulan. Teman-teman dari beberapa operator menyambut dengan sangat senang sekali, bahkan saat kami list siapa yang mau support, mereka langsung merespons cepat mengisi boat yang siap pakai," kata Nuryana.

Ia melihat tren peminat wisata petualangan ini terus meningkat secara grafik. Lewat pembuktian suksesnya kegiatan inklusi ini, pihak Berkah Elo berkomitmen meningkatkan pelayanan dan membuka pangsa pasar yang lebih luas, termasuk bagi kelompok disabilitas.

Antusiasme tinggi dirasakan langsung oleh para peserta yang baru pertama kali mencoba olahraga arus deras ini. Januardo, seorang santri tuli asal Gunungpring, menceritakan pengalamannya yang mendebarkan sekaligus mengasyikkan lewat bantuan penerjemah bahasa isyarat.

"Pengalaman mengikuti rafting itu asyik sekali walaupun capek. Tadi sempat ada momen mendebarkan, tapi aman," ungkap Januardo seraya memuji kenyamanan dan keindahan pemandangan Sungai Elo.

Testimoni serupa datang dari Makmun Esmanto, seorang penyandang disabilitas daksa asal Ngluwar. Ia mengaku sangat terkesan dengan semangat teman-teman tuli di dalam satu perahu dengannya.

"Kebetulan satu boat ini tadi ada teman tuli dua orang. Mereka komunikasi lewat bahasa isyarat dengan bagaimana mengayuh, 'Ayo ayo' gitu, ya bisa, alhamdulillah. Luar biasa sekali," cerita Makmun.

YPTM sendiri resmi berdiri pada 2020 berdasarkan akta notaris. Sekretaris YPTM, Nurmadyo mengenang kembali perjuangan awal berdirinya rumah belajar ini yang dimulai dari ruang-ruang sempit dari rumah ke rumah.

Titik balik terjadi pada 2021 ketika salah seorang rekan meminjamkan sebuah rumah kosong di daerah Muntilan untuk dijadikan tempat mengaji tetap.

"Tahun 2021 itu kami resmi memiliki basecamp atau rumah belajar tetap, sehingga tidak perlu berpindah-pindah rumah lagi. Yang semula hanya 10 santri, sekarang alhamdulillah sudah mencapai 50 orang," pungkas Nurmadyo menutup cerita perkembangan yayasan.

Melalui kegiatan rafting ini, seluruh pihak berharap agar teman-teman disabilitas terus mendapatkan kesempatan yang setara dalam segala lini kehidupan, mulai dari hak keselamatan, pemenuhan informasi, hingga pengalaman belajar langsung dari alam terbuka.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bukan cuma admin medsos yang harus bisa bikin konten. 😎 Kontributor berita OPD juga perlu jago menulis, bercerita, dan mempublikasikan kinerja pemerintah agar informasi sampai ke masyarakat dengan jelas. Hari ini mereka belajar langsung di Kelas Belajar Humas #2. Karena kerja baik saja belum cukup… Kerja baik juga perlu dipublikasikan. ✨ #kelasbelajar #humas #magelang ♬ original sound - kominfomagelang