Pelatihan Biosaka di Karaharjan, Olah Rumput Liar untuk Berbagai Manfaat

Dilihat 15 kali
Petani dari berbagai daerah mengikuti pelatihan Biosaka di Muntilan guna meningkatkan hasil panen dan kesehatan rumah tangga.

BERITAMAGELANG.ID - Sejumlah petani dari berbagai daerah mengikuti pelatihan pengolahan rumput liar dan limbah organik menjadi elisitor murah yang bermanfaat bagi pertanian dan kesehatan.


Salah satu materi menarik adalah proses pembuatan biosaka, yakni ramuan ajaib dari remasan segenggam rumput oleh tangan dan perasaan.


Pelatihan bertajuk Sosisalisasi Penanganan Bau Hewan Ternak Dari Alam Kembali Ke Alam ini berlangsung di Pendopo Dusun Karaharjan Desa Gunungpring Muntilan Kabupaten Magelang, Jumat (15/5/2026).


Panitia kegiatan, Muji Rokhmat menyampaikan pengenalan tentang biosaka. Bahan yang terkenal dari rumput ini ternyata bisa dikembangkan jadi ada biosaka basic untuk pertanian, untuk kesehatan yakni biosaka MKP (dasar) untuk merangsang perkembangan tanaman dan buah.


"Kemudian Biosaka glowing untuk merawat kesehatan kulit," kata dia.


"Ada biosaka perfume urine, ada biosaka pupuk rendaman rumput dan yang terakhir kita tekankan di sini penanggulangan bau sampah namanya biosaka N-Level 1 aktivasi 6, itu salah satu manfaatnya untuk menghilangkan bau," kata Muji usai acara.


Manfaat lain dari biosaka itu, menurut Muji adalah untuk penghilang atau penghancur racun  sekaligus menetralisir residu kimia di dalam tanaman dan sayuran ataupun apapun yang kita makan.


Khasiat dari Biosaka yang berasal dari tanaman liar di lingkungan rumah tangga adalah menyembuhkan berbagai luka lebih cepat, menghilangkan rasa nyeri dari bekas operasi.


Menyembuhkan luka lebih cepat, terapi luka lama juga lebih cepat kering dan pulih tumbuh dagingnya, bisa juga untuk pasca operasi atau sebelum operasi agar operasinya tidak merasa sakit, cepat pulih, aman dan menghilangkan nyeri dari bekas operasinya.


"Output, harapannya kita punya gerakan Indonesia bebas bau. Kedua, Indonesia bebas racun kimia dari residu makanan yang kita makan setiap hari," tegas Muji.


Kegiatan inisiasi warga Padukuhan Karaharjan Gunungpring ini bekerja sama dengan Yayasan Ati Bening Borobudur, Pegiat Lingkungan Hidup Lestari Bumi Kabupaten Magelang, Bank Sampah Darlingsih dan lainnya.


Beberapa peserta berasal dari Semarang, Bantul,  Klaten, Yogyakarta dan perwakilan sejumlah kecamatan di Magelang.


Selain mengenalkan cara pembuatan dan manfaat lain dari biosaka juga digelar pengenalan usaha menarik ramah lingkungan yakni budi daya magot tanpa bau, berbasis sampah rumah tangga.


Salah satu petani penggiat Biosaka Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas mengatakan, kegiatan kali ini merupakan pelatihan dan pendalaman berkaitan biosaka.


Ia mengaku sudah lebih enam kali mengikuti kegiatan serupa dan telah merasakan banyak   manfaat biosaka terhadap komoditas pertanian dan peternakan.


"Alhamdulillah banyak sekali manfaatnya, tanaman dan ternaknya itu menghasilkan budi daya yang sehat dan hasilnya pun terasa," kata Ade.


Selain itu, imbuh Ade, biosaka juga bermanfaat bagi kesehatan keluarga. Proses pembuatan juga mudah, memanfaatkan berbagai rumput di lingkungan, dimana upaya mengubah rumput gulma menjadi suatu yang bermanfaat.


"Tidak hanya tanaman, tapi untuk badan dan diri kita sendiri juga menjadi sehat karena kami praktik sendiri. Bahkan banyak testimoni yang langsung hadir pada saat pertemuan itu diutarakan oleh yang bersangkutan," cerita Ade.


Menurut Ade dampak positif mengaplikasikan biosaka terhadap pertanian, terjadi peningkatan hasil panenan padi yang ia tanam. Untuk tanaman padi yang biasanya hasil panen 4-5 ton per hektare dengan memanfaatkan biosaka bisa mencapai panen 6-7 ton bersih.


"Jadi 6 ton per hektare itu kalau 1.000 meter saya dapat 6 ton. Jadi kalau 6 ton bersih itu hasil dari penggunaan N-Level 1 dan biosaka serta urin serta kocoran dari rumput yang kami buat sendiri atau POC rumput," pungkas petani yang bekerja pada Sekretariat DPRD Kabupaten Magelang ini.


Untuk diketahui, biosaka bukan pupuk atau pestisida kimia, melainkan sebuah elisitor (senyawa alami) yang dibuat dengan cara diremas berulang dalam air selama 20 menit hingga air berubah warna. Biosaka berfungsi sebagai sinyal untuk merangsang pertumbuhan sel, memperbaiki sistem imun, dan meningkatkan metabolisme tanaman budi daya. Nama Biosaka adalah singkatan dari Bio (kehidupan) dan Saka (Selamatkan Alam Kembali ke Alam).

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, resmi melepas keberangkatan 188 jemaah calon Haji kloter 16 dari halaman Kantor Setda Kabupaten Magelang dalam suasana penuh haru dan doa, Senin (11/5). Selamat menunaikan ibadah haji bagi seluruh jemaah, semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. #haji #hajimabrur #magelang ♬ original sound - kominfomagelang