Siswa SMP Dilatih Kepedulian Sosial Pada Warga Terdampak Covid-19

Dilihat 4863 kali
BERITAMAGELANG.ID - Para donatur berasal dari siswa, guru, wali murid dan juga alumni SMP Muhammadiyah Plus (M Plus) Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang secara sukarela menyumbangkan infak yang dikumpulkan untuk disalurkan pada warga terdampak covid-19.

Ada pula siswa yang menyumbangkan uang sakunya selama dua bulan. Penyaluran donasi bantuan dilakukan setiap Jumat selama bulan Ramadan 1441 H.

Program kemanusiaan bertajuk M Plus Peduli ini disalurkan pada kelompok masyarakat yang saat ini terdampak secara ekonomi dalam bentuk bantuan bahan pangan.

"Ada pula bantuan kepada tenaga medis dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD)," demikian disampaikan Ketua Panitia Program M Plus Peduli, Arif Munadjat, Selasa (12/5/2020).

Sebanyak 200 paket bahan pangan telah disalurkan, yang berisi beras, minyak goreng, gandum dan gula. Sedangkan donasi APD yang telah disalurkan antara lain baju hazmat, pelindung wajah, masker medis dan sarung tangan ke rumah sakit dan beberapa klinik kesehatan.

Kepala SMP M Plus Gunungpring Efi Nurul Utami menambahkan, program ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran sosial soal pentingnya aksi kemanusiaan bagi para siswa.

"Aksi peduli pada masa darurat akibat wabah covid-19 adalah momentum bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan kemanusiaan tidak hanya dalam teori pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata membantu pihak-pihak yang membutuhkan bantuan dan pertolongan," harapnya.

Efi Nurul Utami yang juga Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul 'Aisyiyah Kabupaten Magelang mengunkapkan, di sekolahnya sudah berjalan secara rutin program zakat yang dikumpulkan dari para siswa.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang