Upaya Percepatan dan Penurunan Stunting Terus Digencarkan

Dilihat 30 kali
Plt Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Magelang saat memberi penjelasan soal Germas, Jumat (10/7/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Upaya percepatan penurunan stunting dan pengendalian tuberkulosis (TB) terus digencarkan di Kabupaten Magelang. Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina bersama Direktorat Jenderal SDM Kementerian Kesehatan menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan melibatkan komunitas perempuan lintas gereja, di rumah aspirasi Vita Ervina, di Desa Deyangan Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jumat (10/7/2026).


Kegiatan ini menyasar komunitas wanita Kristen dan Katolik sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan lingkungan. Sosialisasi menekankan pentingnya pencegahan stunting serta deteksi dini dan pengobatan TB secara tuntas.


"Intinya kami mengajak masyarakat, khususnya komunitas perempuan, untuk bisa bersama-sama mencegah stunting dan juga TB, minimal dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar," ujar Vita.


Dia menyebut, berdasarkan data, angka stunting di Kabupaten Magelang masih berada sedikit di atas ambang batas nasional 14 persen. Karena itu, diperlukan gerakan yang lebih masif dan kolaboratif agar penurunannya bisa lebih cepat.


"Memang angkanya masih di atas standar. Maka kita dorong melalui sosialisasi dan gerakan masyarakat seperti ini agar kesadaran bisa terbangun," tegasnya.


Selain stunting, perhatian juga diarahkan pada penanganan TB yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Vita menilai, keterlibatan masyarakat sangat krusial, terutama dalam mengenali gejala, mendorong pemeriksaan, hingga memastikan pasien menjalani pengobatan sampai tuntas.


Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Herlina Nung Rahmasari menegaskan, sosialisasi Germas merupakan bagian dari strategi promotif dan preventif yang terus diperkuat pemerintah daerah.


Menurut Herlina, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam menekan angka stunting dan TB karena menyentuh langsung unit terkecil, yakni keluarga. Peran ibu dan perempuan dinilai penting dalam menjaga kesehatan keluarga, mulai dari pemenuhan gizi hingga perilaku hidup bersih dan sehat.


Dia menjelaskan, dalam konteks pencegahan stunting, edukasi difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di posyandu.


"Stunting itu tidak hanya soal tinggi badan, tetapi juga menyangkut perkembangan otak anak. Karena itu, intervensi harus dilakukan sejak sebelum kelahiran, bahkan sejak remaja putri," jelas Herlina.


Terkait TB, Herlina menekankan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan. Dia menyebut, masih terdapat tantangan berupa stigma di masyarakat yang membuat penderita enggan memeriksakan diri.


"Melalui Germas, kami mengedukasi masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri dan tidak mengucilkan penderita," sebutnya.


Dia juga menambahkan, pihaknya terus memperkuat layanan di Puskesmas. Termasuk pelacakan kasus dan pendampingan pasien TB oleh kader kesehatan di lapangan.


"Kami melibatkan kader untuk melakukan pemantauan langsung di masyarakat. Ini penting agar pasien tidak putus obat dan penularan bisa dicegah," imbuhnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

FORKAB Kabupaten Magelang 2026 resmi dibuka! Semangat sportivitas, kebersamaan memenuhi GOR Pakubumi, Sabtu (4/7/2926). Di balik serunya pertandingan, ajang ini juga menjadi seleksi bagi para pegiat olahraga masyarakat terbaik Kabupaten Magelang untuk melaju ke Festival Olahraga Daerah (FORDA) Jawa Tengah hingga Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS). 💪✨

♬ original sound - kominfomagelang