Murid Sekolah Rakyat Senang Bisa Sekolah Gratis

Dilihat 114 kali
Siswa SRMA 43 Salaman Magelang memamerkan batik hasil karya mereka.

BERITAMAGELANG.ID - Tidak terasa, sudah setahun keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 di Antasena Salaman Kabupaten Magelang. Sekolah yang digadang di era kepemimpinan Presiden Prabowo ini, diharapkan mampu memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Ilzam, salah satu siswa merasakan betapa beruntungnya ia bisa mengenyam pendidikan di SRMA 43 ini. Ia menerima banyak kelimpahan kasih sayang dari para pengajar.

"Saya beruntung sekali bisa sekolah di sini, sesuatu yang tidak terduga. Karena saya benar-benar dibimbing dengan sangat baik, dilatih disiplin dan dipahamkan tentang bagaimana seorang generasi muda harus menjemput masa depan," ujarnya.

Sekolah dengan model asrama, menurut Ilzam, bukan sesuatu yang membosankan apalagi menakutkan. Justru menyenangkan karena setiap hari bisa bertemu teman dan di bawah pengawasan para pengajar.

Ia merasakan hampir tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Karena mulai pukul 03.30, ia sudah dilatih untuk bangun pagi, siap-siap melaksanakan ibadah salat Subuh hingga mempersiapkan diri untuk sekolah.

Jam sekolah dimulai dari pukul 07.00 hingga 16.00. Setelah itu kembali ke asrama yang masih satu komplek dengan sekolah. Hingga menjelang magrib, banyak kegiatan ekskul entah itu olahraga, seni dan lain sebagainya.

Malam hari setelah melaksanakan ibadah salat Isya, ia juga masih harus belajar untuk persiapan sekolah kembali keesokan harinya.

"Saya baru merasakan, jadi memang harus begini ya, kalau kita ingin mengejar cita-cita. Tidak terkontaminasi dengan pergaulan yang tidak baik," ujar Ilzam yang berasal dari Salaman.

Ilzam yang memiliki cita-cita menjadi TNI ini, merasa sekolah di SRMA sangat pas. Di samping fasilitasnya memadai, pendampingan dari pengajar juga luar biasa.

Kepala SRMA 43, Sri Rejeki yang ditemui Senin (22/6/2026) mengatakan, selama setahun terakhir ini, pihaknya berusaha semaksimal mungkin mewujudkan kurikulum yang sudah ditetapkan.

Namun yang terpenting adalah menyiapkan sedini mungkin para siswa untuk meraih cita-citanya. Karenanya, di tahun kedua berjalannya SRMA, pihaknya fokus pada pemetaan minat bakat siswa. Mereka akan dibimbing dan didampingi sesuai dengan keinginan siswa.

"Ada yang ingin jadi guru, tentara, wiraswasta, petani, maka kami berusaha semaksimal mungkin melakukan pendampingan," ujarnya.

Setahun berdirinya SRMA 43, pihaknya merasa perlu untuk mengenalkan lebih dekat sekolah ini kepada masyarakat.

"Jadi kemarin kita buka open house dengan menghadirkan warga lingkungan sekitar khususnya. Kita sampaikan apa saja progres yang sudah tercapai," imbuh Sri Rejeki.

Saat open house, dipamerkan beberapa karya milik siswa seperti batik, magot, aroma terapi dan kerajinan lainnya. Juga dipamerkan sejumlah piagam penghargaan yang diraih siswa.

Sri Rejeki menyampaikan, tahun ini SRMA 43 hanya menerima siswa 30 orang. Alasannya, karena fasilitas yang belum tercukupi. Pihaknya masih menunggu pembangunan SRMA di Kaliangkrik. Apabila pembangunan sudah jadi, maka SRMA siap menerima siswa sebanyak empat rombongan belajar atau sekitar 120 orang setiap angkatannya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bukan cuma admin medsos yang harus bisa bikin konten. 😎 Kontributor berita OPD juga perlu jago menulis, bercerita, dan mempublikasikan kinerja pemerintah agar informasi sampai ke masyarakat dengan jelas. Hari ini mereka belajar langsung di Kelas Belajar Humas #2. Karena kerja baik saja belum cukup… Kerja baik juga perlu dipublikasikan. ✨ #kelasbelajar #humas #magelang ♬ original sound - kominfomagelang