MBG 3B Investasi Cegah Stunting di Kabupaten Magelang

Dilihat 47 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini dinilai penting untuk memastikan kelompok masyarakat yang berada pada fase krusial pertumbuhan mendapatkan asupan makanan yang bergizi, aman, dan tepat waktu.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Magelang Sahid saat membuka Monitoring dan Evaluasi Program MBG Sasaran 3B di Ruang Bina Karya Setda Kabupaten Magelang, Senin (10/8/2026).


Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri atas Koordinator Kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Magelang, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (KB), serta perwakilan Kepala Dapur SPPG.


Sahid mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur melalui kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa awal kehidupan.


"Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen membangun manusia sejak fase kehidupan yang paling awal, yaitu sejak dalam kandungan hingga usia balita," ujarnya.


Menurut Sahid, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memiliki manfaat jangka panjang karena berkaitan dengan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Karena itu, keberadaan MBG 3B diharapkan mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi kelompok sasaran tersebut.


Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.


Untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, Sahid menilai monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara berkala. Evaluasi menjadi sarana untuk melihat capaian sekaligus menemukan persoalan yang masih terjadi, mulai dari pendataan sasaran, pengadaan bahan pangan, produksi makanan, distribusi hingga penerimaan oleh masyarakat.


"Manfaatkan forum ini sebagai ruang diskusi yang terbuka. Sampaikan berbagai kendala yang dihadapi, baik dalam pendataan sasaran, koordinasi lintas sektor, pengadaan bahan pangan, proses produksi makanan, distribusi, maupun penerimaan oleh masyarakat," katanya.


Sahid menekankan, pelayanan kepada sasaran 3B harus dilakukan secara berkesinambungan. Makanan yang diberikan juga harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, keamanan pangan, kandungan gizi, serta ketepatan waktu distribusi.


Ia meminta makanan yang disalurkan berupa makanan basah atau siap konsumsi sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh penerima.


"Kualitas pelayanan MBG sangat ditentukan oleh kualitas pelaksanaan di lapangan," tegasnya.


Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya dilihat dari berapa banyak makanan yang telah disalurkan, tetapi juga dari kualitas makanan dan ketepatan sasaran. Dengan demikian, MBG 3B diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan ibu dan anak serta membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.


Sahid juga mengapresiasi peran seluruh pihak yang terlibat. PKB dan PLKB dinilai memiliki peran penting dalam pendataan dan pendampingan keluarga sasaran. Sementara Koordinator Kecamatan SPPG, Kepala SPPG, dan Kepala Dapur memiliki tanggung jawab dalam memastikan makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar yang telah ditetapkan.


"Kepada Kepala SPPG dan Kepala Dapur, saya titipkan amanah besar untuk menjaga kualitas makanan, kebersihan proses produksi, keamanan pangan, kandungan gizi, serta ketepatan waktu distribusi," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang M. Taufik mengatakan, MBG sasaran 3B merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyasar kelompok prioritas pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.


Ia menjelaskan, monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk memperbaiki pelaksanaan program agar semakin efektif dan tepat sasaran.


"Tujuannya untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan Program MBG Sasaran 3B di Kabupaten Magelang, mengidentifikasi kendala dan permasalahan, serta merumuskan tindak lanjut agar pelaksanaan program lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan," jelasnya.


Taufik berharap evaluasi tersebut mampu menghasilkan langkah perbaikan yang konkret sehingga manfaat MBG 3B semakin optimal dirasakan masyarakat.


Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah, SPPG, tenaga penyuluh, serta unsur terkait lainnya, pelaksanaan MBG 3B diharapkan tidak hanya menjadi program pemberian makanan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun generasi Kabupaten Magelang yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.


"Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Magelang yang sehat, berkualitas, dan sejahtera," pungkasnya.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang