1.400 Jemaah Haji Magelang Siap Berangkat Tahun Ini

Dilihat 25 kali
Warga tengah mengurus dokumen haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Menjelang musim haji 2026, kesiapan jemaah asal Kabupaten Magelang memasuki tahap akhir. Pemerintah memastikan hampir seluruh aspek telah dipenuhi, mulai dari dokumen perjalanan hingga kelayakan kesehatan, dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

Sebanyak 1.423 jemaah dijadwalkan berangkat tahun ini, terdiri atas 561 laki-laki dan 772 perempuan. Jumlah tersebut akan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 16, 17, 18, serta kloter 80 dan 81.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magelang, Taufik Husen Ansori menyatakan, kesiapan ini tidak hanya mencakup jemaah utama. Tetapi juga jemaah cadangan yang telah dipersiapkan secara menyeluruh.

"Semua sudah siap, baik dokumen maupun istitha'ah kesehatannya. Bahkan cadangan juga sudah lengkap, jadi sewaktu-waktu bisa langsung diberangkatkan," jelas Taufik di kantornya, Selasa (21/4/2026).

Pemberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap. Sejumlah jemaah telah lebih dulu masuk dalam kloter awal bersama daerah lain, seperti kloter 11, 13, dan 15 yang berangkat pada 5, 7, dan 9 Mei.

Adapun jemaah dalam jumlah besar dari Magelang akan mulai diberangkatkan pada 11 Mei (kloter 16), disusul 12 Mei (kloter 17), dan 13 Mei (kloter 18).

Kloter 17 menjadi rombongan terbesar yang didominasi jemaah asal Magelang, sementara kloter lainnya merupakan gabungan dengan daerah sekitar.

Tahun ini, kata dia, untuk pertama kalinya, jemaah haji dari wilayah Kedu diberangkatkan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Meski lebih dekat secara geografis, penggunaan YIA masih terbatas. Sebagian jemaah tetap diberangkatkan melalui Embarkasi Solo karena keterbatasan kapasitas.

"Belum semua bisa ditampung di YIA, jadi masih dibagi. Sebagian lewat Solo, sebagian lewat Yogyakarta," ujar Taufik.

Konsekuensinya, lanjut dia, pola pelayanan juga berbeda. Jika di Solo jemaah menginap di asrama haji, di Yogyakarta mereka akan diinapkan di hotel yang berlokasi dekat bandara.

Dari sisi usia, jemaah tahun ini cukup beragam. Jemaah tertua berusia 92 tahun bernama Suryono, sementara yang termuda baru berusia 13 tahun 7 bulan bernama Kyra Talita Sakhi. Jemaah termuda tersebut berangkat melalui mekanisme pelimpahan porsi dari orang tua yang telah meninggal dunia, dan akan didampingi oleh ibunya selama menjalankan ibadah.

Untuk menjaga kelancaran kuota, sekitar 40 jemaah cadangan telah disiapkan. Mereka telah memenuhi seluruh persyaratan, sehingga bisa langsung menggantikan jika ada jemaah utama yang batal berangkat. Tujuannya untuk menghindari kekosongan kuota.

"Cadangan ini memang bagian dari sistem. Kalau tidak terpakai, mereka akan masuk prioritas tahun berikutnya," jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar