BERITAMAGELANG.ID - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, persiapan yang matang menjadi kunci utama agar ibadah dapat berjalan maksimal. Tak hanya soal kesiapan mental, kesehatan fisik dan pemahaman ilmu ibadah menjadi dua pilar penting yang tidak boleh diabaikan oleh umat Muslim.
Hal tersebut diungkapkan nutrisionis dari RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Afida Ainur Rahmah, dalam talkshow "Jamus Gemilang" di Radio Gemilang FM, Kamis (12/2).
Afida menekankan, menjaga imunitas melalui makanan bergizi sangat penting agar tubuh tidak mudah sakit selama berpuasa. Meski frekuensi makan berkurang dari tiga kali menjadi dua kali sehari, kebutuhan kalori harian harus tetap terpenuhi dengan komposisi gizi seimbang, yakni 50 persen karbohidrat, 30 persen lemak, dan 15-20 persen protein.
Sahur adalah modal utama untuk beraktivitas. Cukupi 30-40 persen kebutuhan kalori saat sahur dengan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal yang tinggi serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
"Hindari juga makan berlebihan dan usahakan makan secara perlahan agar sistem pencernaan tidak terganggu," ujar Afida.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk memperhatikan metode pengolahan makanan. Pengolahan dengan cara menumis, mengukus, atau memanggang jauh lebih disarankan daripada metode deep fry. Makanan yang digoreng dengan banyak minyak serta tinggi garam dan gula diketahui dapat memicu efek haus yang lebih cepat di siang hari.
"Untuk hidrasi, tips pola minum 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur guna memenuhi kebutuhan delapan gelas air putih per hari," pesannya.
Ia juga menyarankan untuk membatasi minuman bersifat diuresis seperti teh dan kopi karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil yang berisiko menyebabkan dehidrasi.
Selain kesehatan, persiapan ilmu mengenai ibadah-ibadah khusus di bulan Ramadan juga menjadi poin krusial. Mengingat momen ini hanya datang setahun sekali, pemahaman kapan waktu pelaksanaan ibadah yang dianjurkan sangat penting agar setiap keutamaan bulan Ramadan tidak terlewatkan begitu saja.
Melalui edukasi ini, RSUD Merah Putih berharap masyarakat Kabupaten Magelang dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi fisik yang prima dan pemahaman agama yang mantap, sehingga kualitas ibadah tahun ini menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar