Kemenag Kabupaten Magelang Godok Rencana Pembentukan Madrasah Moderasi

Dilihat 376 kali
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang Muhammad Miftah

BERITAMAGELANG.ID - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang tengah menggodok rencana pembentukan madrasah moderasi. Sebab, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada dua madrasah yang memiliki siswa non-Islam. Nantinya, Kemenag bakal menempatkan guru sesuai agama yang dianut siswa tersebut. 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang, Muhammad Miftah menjelaskan, wacana itu muncul ketika dirinya melakukan pembinaan terhadap guru madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Borobudur, beberapa waktu lalu. "Di situ, saya lihat data terkait jumlah siswa dari masing-masing madrasah," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Di forum tersebut, ternyata ada dua madrasah yang menampung siswa beragama non-Islam. Tepatnya, beragama Kristen. Namun, dia belum menjelaskan detail jumlah siswa dan nama madrasahnya. 

Hanya saja, dia mengakui, saat ini di madrasah tersebut belum mempunyai guru agama Kristen. Kendati begitu, Kemenag wajib memfasilitasi siswa tersebut agar mendapat pengetahuan soal agama yang diyakininya.

Hal itu selaras dengan UU Sisdiknas bahwa lembaga pendidikan yang menampung siswa beragama lain, maka harus menyediakan guru agama sesuai keyakinannya. "Saat ini sedang kami rapatkan dan godok (regulasinya)," bebernya.

Miftah menyebut, pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2024/2025 mendatang, Kemenag bakal berusaha menyediakan guru agama di kedua MI tersebut. "Saya sudah berkoordinasi, seandainya nanti di MI ada siswa Kristen, akan kita distribusikan guru Kristen ke madrasah itu," imbuhnya. 

Pemenuhan guru tersebut, lanjut Miftah, juga berlaku untuk agama maupun kepercayaan lain, tidak hanya Kristen saja. Sementara terkait dengan buku ajarnya, Kemenag bakal menyesuaikan dengan kurikulum agama yang saat ini berlaku.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar