11 Kali Guguran Lava Gunung Merapi Terjadi Pekan Ini

Dilihat 1651 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dalam rentang waktu 17 hingga 23 Februari 2023 terjadi sebanyak 11 kalau guguran lava yang terjadi di Gunung Merapi. Hal tersebut disampaikan Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, Sabtu (25/2).


Menurutnya, guguran lava yang terjadi itu mengarah ke barat daya, atau arah hulu Kali Boyong dan Kali Bebeng.


“Jarak luncur maksimal 1.700 meter," jelas Agus.


Selain itu, Agus menambahkan, terdengar suara guguran dari Pos Babadan sebanyak 4 kali dengan intensitas kecil hingga sedang.


“Berdasarkan dari kamera Jrakah pada tanggal 10 Februari 2023, terjadi longsoran dinding lava tahun 1998. Longsoran diidentifikasi merupakan bagian dari dinding lava yang sudah lapuk dan mengalami alterasi kuat. Adanya dinding lava 1998 yang mengalami longsoran tidak mengubah morfologi puncak dan kubah lava di Gunung Merapi secara signifikan," lanjutnya.


Dalam minggu ini dijelaskan Agus, kegempaan di Gunung Merapi tercatat 596 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 25 kali gempa Fase Banyak (MP), 338 kali gempa Guguran (RF), 3 kali gempa Hembusan (DG), dan 7 kali gempa Tektonik (TT). Sehingga dirinya menyimpulkan intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi.


“Pemantauan deformasi Gunung Merapi pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," ungkapnya.


Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 62 mm/jam selama 55 menit di Pos Kaliurang pada 22 Februari 2023. Namun, tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.


“Saat ini status Gunung Merapi masih pada level 3 atau Siaga. Untuk itu kami masih mengimbau, masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," pesannya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar