Bawaslu Bentuk Sekolah Pengawas Partisipatif

Dilihat 2132 kali
Proses pemeriksaan berkas pendaftaran Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang membentuk Sekolah Kader Pengawas Partisipatif.


Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh, mengatakan, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, tersebut bertujuan merekrut pengawas pastisipatif yang mumpuni. 


Karena di Kabupaten Magelang tidak ada Pemilu pada tahun ini, bisa dikatakan sekolah tersebut untuk mempersiapkan masyarakat jadi penyelenggara Pemilu.


“Sehingga menjadi paham seluk belum kepemiluan, diantaranya hukum pemilu, penyelesaian sengketa pemilu, kerawanan pilkada/pemilu, regulasi pemilu/pilkada dan lain-lain total 11 materi yang diberikan di sekolah tersebut," ucap Habib, Sabtu (18/4/2020).


Habib menerangkan, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif dibuka untuk umum, namun tidak boleh sedang menjabat sebagai jajaran penyelenggara pemilu dan juga tidak masuk ke pengurus partai politik.


Namun untuk mantan penyelenggara pemilu seperti PPS, KPPS, Panwasdes dan lainnya, diperbolehkan, termasuk dari masyarakat umum yang belum pernah terlibat langsung dalam pemilu. 


“Karena tujuannya menyiapkan sebanyak mungkin masyarakat agar paham pemilu. Tentunya hasil output sekolah ini untuk pemilu ke depan," papar Habib.


Secara teknis penyampaian materi Sekolah Kader Pengawas Partisipatif dilaksanakan secara online oleh narasumbernya. 


"Dikarenakan saat ini sedang pandemi Covid 19, maka materi disampaikan secara online dan bisa berinteraksi. Dan di akhir terdapat ujian," terang Habib.


Tahapan pendaftaran sudah dilakukan pada 5 sampai 8 April, dan saat ini proses pemeriksaan berkas dari 13 April selama

 14 hari kerja.


Di Kabupaten Magelang terdapat 74 berkas pendaftar yang masuk. Kemudian dikonfirmasi 70 pendaftar menyatakan kesanggupan belajar secara online, namun dua nama tidak memenuhi syarat karena ganda. 


“Serta satu pendaftar masih belum menyatakan kesanggupan," ujar Habib.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang