BERITAMAGELANG.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melakukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Salah satu kegiatan yang dilakukan berupa pengiriman (dropping) air bersih ke beberapa daerah yang sudah mulai mengalami kekeringan sumber mata air.
"Saat ini kami tengah dropping air bersih ke Dusun Karangtengah Desa Ngadiharjo Kecamatan Borobudur dan Desa Sriwedari Kecamatan Salaman," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, Rabu (9/8/2023).
Jumlah air bersih yang dikirimkan menurut Edi sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing wilayah. Kapasitas setiap tanki sebanyak 5.000 liter. Edi menambahkan pihaknya juga telah melakukan dropping air di Kecamatan Pakis, Mertoyudan, Borobudur, Salaman dan beberapa pondok pesantren yang membutuhkan.
"Dari data asesmen kami di BPBD, daerah yang rawan dan berpotensi kekeringan adalah Borobudur dan Salaman. Ini yang berusaha kami antisipasi. Dan masih terus kami lakukan pemetaan," lanjutnya.
Disampaikan Edi lebih lanjut, selain kekeringan, dirinya mengimbau masyarakat untuk turut mewaspadai dan mengantisipasi tanah longsor, angin kencang dan munculnya penyakit ISPA.
"Cuaca kering seperti ini dampaknya bisa batuk, sesak nafas dan lain sebagainya. Kami imbau masyarakat untuk mewaspadainya," pesannya.
@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar